Harga Emas Dunia Naik 2 Persen Usai Trump Beri Sinyal Negosiasi Ulang

Sedang Trending 1 minggu yang lalu
Ilustrasi emas. Foto: Shutterstock

Harga emas bumi melonjak sekitar 2 persen pada perdagangan Selasa (14/4), seiring melemahnya dolar AS serta meningkatnya angan bakal dimulainya kembali perundingan antara AS dan Iran.

Mengutip Reuters pada Rabu (15/4), nilai emas spot tercatat naik 2 persen menjadi USD 4.831,78 per ounce pada pukul 13.34 ET (17.34 GMT). Sementara itu, perjanjian berjangka emas AS ditutup menguat 1,7 persen ke level USD 4.850,10 per ounce.

Pernyataan dari Presiden AS, Donald Trump, turut menjadi katalis pasar. Dia menyebut pembicaraan untuk mengakhiri bentrok dengan Iran berpotensi dilanjutkan di Pakistan dalam dua hari ke depan. Hal ini muncul setelah negosiasi akhir pekan sebelumnya kandas dan mendorong Washington memberlakukan blokade terhadap pelabuhan Iran.

Analis menilai arah pergerakan emas dalam waktu dekat sangat berjuntai pada perkembangan diplomasi tersebut.

"Arah pasar emas bakal berjuntai pada gimana jalannya pembicaraan di Pakistan dan kemajuan apa nan dicapai menjelang akhir pekan. Jika kita memandang buletin positif, nilai logam mulia bakal terus naik," kata Senior market strategist at RJO Futures, Bob Haberkorn.

"Nilai dolar nan lebih rendah dan nilai minyak nan lebih rendah saat ini membantu nilai emas, mengingat ketika perang dimulai, terjadi perebutan duit tunai dan kekhawatiran tentang keahlian untuk mengakumulasi pasokan energi," sambungnya.

Di sisi lain, dolar AS bergerak melemah dan nilai minyak juga turun. Kondisi ini membikin emas menjadi lebih murah bagi penanammodal global, sehingga meningkatkan daya tariknya.

Data ekonomi terbaru menunjukkan nilai produsen di AS naik lebih rendah dari ekspektasi pada bulan Maret 2026, terutama lantaran biaya jasa tidak mengalami perubahan. Namun, lonjakan nilai daya akibat bentrok dengan Iran tetap memicu tekanan inflasi.

video story embed

Meski dikenal sebagai lindung nilai terhadap inflasi, emas condong kurang menarik dalam lingkungan suku kembang tinggi lantaran tak memberikan imbal hasil.

Saat ini, pelaku pasar memperkirakan kesempatan sebesar 33 persen untuk pemangkasan suku kembang AS tahun ini, menurun dibanding ekspektasi sebelumnya nan memperkirakan dua kali pemotongan sebelum bentrok terjadi.

Analis dari Commerzbank menilai nilai emas kemungkinan tidak bakal turun signifikan selama pasar belum mulai mempertimbangkan kenaikan suku kembang oleh Federal Reserve.

Selain emas, logam mulia lainnya juga mengalami penguatan, perak spot naik 5,2 persen menjadi USD 79,48 per ounce, platinum menguat 1,3 persen ke USD 2.096,91 per ounce, palladium naik 0,7 persen ke USD 1.585,21 per ounce.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan