Harga Bitcoin Melonjak Jadi Rp 1,2 Miliar, Level Tertinggi dalam Empat Pekan

Sedang Trending 1 minggu yang lalu
Sejumlah koin cryptocurrency ialah Bitcoin, Ethereum, DogeCoin, Ripple, Litecoin. Foto: REUTERS/Dado Ruvic

Bitcoin mencapai level tertinggi dalam empat pekan terakhir seiring meningkatnya optimisme pasar terhadap kemungkinan tercapainya kesepakatan tenteram antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.

Mengutip Bloomberg, Bitcoin, sempat menyentuh nilai USD 74.901, level tertinggi sejak 17 Maret 2026, sebelum terkoreksi tipis dan diperdagangkan di sekitar USD 74.400 pada pukul 08.30 waktu Singapura, Selasa 14 April 2026.

Sementara itu, aset mata uang digital lain juga menguat, dengan Ethereum naik sekitar 5 persen ke USD 2.370. Mengutip Coin Market Cap, nilai Bitcoin melejit 5,48 persen dalam 24 jam terakhir ke level USD 74.593 alias sekitar Rp 1,27 miliar (kurs Rp 17.130 per dolar AS, pukul 14.33 WIB).

"Kenaikan ini terjadi di tengah reli aset berisiko secara global, dipicu angan AS bisa mencapai kesepakatan dengan Iran untuk meredakan bentrok nan sedang berlangsung," tulis laporan Bloomberg.

Sentimen positif menguat setelah Presiden Donald Trump menyatakan Iran telah menghubungi pemerintahannya untuk membuka kesempatan pembicaraan damai. Hal ini terjadi meskipun AS telah memulai blokade laut di Selat Hormuz.

Sebuah kapal angkatan laut terlihat berlayar di Selat Hormuz, pada 1 Maret 2026. Foto: Sahar AL ATTAR / AFP

Pasar merespons secara positif. Saham-saham di Asia ikut menguat, didorong optimisme potensi kesepakatan dapat menekan nilai minyak dan mendukung pertumbuhan ekonomi global.

"Bitcoin mengikuti reli pada aset berisiko nan lebih luas," kata Chief Investment Officer Ericsenz Capital, Damien Loh.

"Meskipun blokade telah dimulai, pasar menganggapnya sebagai perihal positif bahwa Trump secara efektif memperpanjang jangka waktu untuk mencapai kesepakatan dan bahwa dia dilaporkan sedang mencari putaran pembicaraan berikutnya," lanjutnya.

Menurut Loh, Bitcoin tetap menunjukkan keahlian lebih baik dibandingkan aset berisiko lainnya. Namun, dia menilai kenaikan signifikan baru bakal terjadi jika AS meloloskan Clarity Act, sebuah kerangka izin untuk aset digital.

Sebelumnya, Bitcoin sempat jatuh dari rekor tertinggi sepanjang masa di USD 126.000 pada Oktober 2025, dan sejak itu bergerak dalam rentang sempit selama dua bulan terakhir. Meski demikian, kinerjanya relatif lebih baik dibandingkan aset tradisional sejak bentrok AS-Iran meningkat pada akhir Februari 2026.

Sejak 27 Februari, Bitcoin tercatat naik lebih dari 10 persen, sementara emas justru turun nyaris 10 persen, dan indeks S&P 500 bergerak relatif datar.

Secara historis, Bitcoin condong bergerak sejalan dengan aset berisiko, pola nan kembali terlihat saat ini.

"Bitcoin berperilaku lebih seperti aset berisiko klasik daripada aset kondusif tradisional, dan peningkatan sentimen akibat secara keseluruhan bulan ini telah memberikan dorongan positif bagi kenaikannya baru-baru ini," tulis analis IG Markets, Tony Sycamore.

Tony melanjutkan untuk prospek bullish jangka menengah, Bitcoin perlu menembus dan memperkuat di atas level resistensi USD 79.000.

instagram embed
Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan