Sekjen Golkar, Sarmuji berbincang soal rumor reshuffle kabinet nan kembali mencuat. Menurutnya, reshuffle adalah sepenuhnya kewenangan Presiden Prabowo Subianto.
“Saya nggak tahu, itu kan kewenangan presiden. Nanti tergantung presiden merenung, "perlu nggak ya reshuffle ya?", gitu. Kira-kira begitulah kira-kira,” ucap Sarmuji di DPR, Kamis (16/4).
Ia mengaku belum mendengar berita soal rencana reshuffle. Katanya, dia belum berjumpa Ketua Umum Golkar, Bahlil Lahadalia.
“Nggak, saya belum, saya belum. Saya belum ketemu ketua umum setelah ketua umum mendampingi presiden ke Rusia dan Prancis. Mudah-mudahan kelak malam saya ketemu ketua umum. Mudah-mudahan,” tuturnya.
Ia pun ditanya potensi Bahlil beranjak posisi menjadi salah satu Menteri Koordinator.
“Enggak tahu, orang dengar reshuffle saja nggak, gimana nan lain-lain,” tegas Sarmuji.
Menurutnya keahlian Bahlil sebagai Menteri ESDM hari ini tetap tergolong baik.
“(Kinerjanya) Oke. Kinerja sekarang Pak Bahlil oke dan makin oke. Bayangkan ya, mungkin orang nggak bisa bayangkan sungguh sulitnya posisi Pak Bahlil sekarang,” ucap Sarmuji.
“Beliau kudu berpikir keras mengamankan daya di saat perang bergolak dan suplai daya internasional, suplai daya dunia itu tersendat-sendat. Nggak semua negara bisa melakukan, bisa mengamankan ketahanan energi,” tambahnya.
“Dan alhamdulillah Menteri ESDM Pak Bahlil sukses mengamankan suplai daya sekaligus satu perihal nan sangat penting: bisa membikin nilai BBM tidak naik. Itu sesuatu nan sangat tidak mudah pada saat ini,” tandasnya.
Sebelumnya, Sekretaris Kabinet (Seskab) Letkol Teddy Indra Wijaya menyebut reshuffle kabinet tinggal menunggu waktu.
“[Reshuffle] Tunggu saja," kata Teddy kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa (7/4).
Saat ditanya apakah reshuffle bakal dilakukan di bulan ini, Teddy mengatakan Presiden Prabowo Subianto nan bakal langsung menjelaskan.
"Nanti Bapak Presiden nan bakal menceritakan," ujarnya.
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·