Pemerintah mulai mempercepat rangkaian uji coba biodiesel B50 lintas sektor sebagai bagian dari tahap akhir menuju penerapan nasional. Program ini menjadi kelanjutan strategi transisi energi, khususnya untuk menekan ketergantungan terhadap BBM berbasis fosil di sektor transportasi dan industri.
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyebut progres pengetesan sejauh ini melangkah sesuai rencana nan telah disusun sejak akhir tahun lalu. Sejumlah sektor kunci seperti otomotif hingga pertambangan sekarang memasuki fase pengetesan lanjutan untuk memastikan kesiapan operasional.
Direktur Jenderal EBTKE Kementerian ESDM, Eniya Listiani Dewi, mengatakan penerapan penuh B50 ditargetkan mulai bertindak pada pertengahan tahun ini. Ia memastikan seluruh rangkaian uji coba tetap berada dalam jalur waktu nan telah ditentukan.
“Insya Allah (implementasi penuh) sesuai dengan pengarahan bisa 1 Juli,” ujarnya saat ditemui dalam aktivitas uji jalan B50 di Lembang, Selasa (21/4).
Pengujian B50 dilakukan secara komprehensif di enam sektor berbeda, mulai dari otomotif, pertambangan, perangkat mesin pertanian, kelautan, pembangkit listrik, hingga perkeretaapian. Setiap sektor diuji dengan parameter berbeda, mulai dari performa mesin, konsumsi bahan bakar, hingga ketahanan komponen dalam penggunaan jangka panjang.
Khusus sektor otomotif, pengetesan melibatkan sembilan unit kendaraan dari beragam pabrikan global. Menariknya, tidak hanya merek Jepang nan terlibat, tetapi juga produsen asal Eropa ikut ambil bagian dalam pengetesan ini.
“Sembilan (kendaraan uji coba) kali ini pabrikannya bukan hanya pabrikan Jepang, pabrikan Eropa juga ikut,” kata Eniya.
Ia menjelaskan, kendaraan ringan dalam uji coba ditargetkan menempuh jarak hingga 50.000 kilometer. Sementara kendaraan berat seperti truk dan bus sudah mencatatkan pengetesan hingga 40.000 kilometer sebagai bagian dari pengesahan performa.
Selain sektor darat, uji coba B50 juga mulai merambah sektor lain nan selama ini belum banyak tersentuh. Penggunaan pada perangkat berat pertambangan, mesin pertanian, hingga kapal laut menjadi bagian krusial untuk memandang kesiapan penerapan lintas sektor.
Dengan progres tersebut, pemerintah optimistis penerapan B50 bisa melangkah sesuai sasaran pada 1 Juli 2026. Jika terealisasi, kebijakan ini diyakini bakal membawa akibat signifikan terhadap efisiensi daya sekaligus mempercepat mengambil bahan bakar berbasis nabati di Indonesia.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·