Karawang, CNBC Indonesia - Menteri Pertanian/Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Amran Sulaiman mengungkapkan posisi persediaan beras pemerintah (CBP) saat ini kian kuat. Dengan stok mencapai lebih dari 5 juta ton, Perum Bulog disebut telah menguasai sekitar 15% dari total produksi beras nasional.
"Kalau produksi kita 34 juta ton, (artinya) 5 juta ton (yang dikuasai Bulog) adalah 15 persen (dari produksi beras nasional)," ungkap Amran saat ditemui di Karawang, Jawa Barat, Kamis (23/4/2026).
Amran menegaskan, nomor stok tersebut menjadi tonggak sejarah baru dalam pengelolaan CBP. Di mana per 23 April 2026 pagi, total stok beras nasional tercatat mencapai lebih dari 5 juta ton.
"Hari ini, tanggal 23 April 2026, jam 8.55 (WIB), stok beras seluruh Indonesia 5.000.198 ton. Ini tidak pernah terjadi sepanjang sejarah. Ini sejarah pertama. Inilah hasil kerja keras kita semua," ujarnya.
Adapun lonjakan stok ini juga berakibat pada kebutuhan kapabilitas penyimpanan. Pemerintah apalagi kudu menyewa penyimpanan tambahan milik swasta di beragam daerah, untuk menampung beras nan terus bertambah.
"Kita berada di gudang.. ini penyimpanan disewa, totalnya penyimpanan kapabilitas di sini saja, Karawang wilayah sekitar sini kita sewa (untuk menyimpan) 102.000 ton, nan sudah terisi 80.000 ton, mungkin 2 minggu ke depan ini penuh lagi," ungkap Amran.
Secara nasional, kapabilitas penyimpanan Bulog nan semula hanya sekitar 3 juta ton sekarang diperkuat dengan penyewaan tambahan penyimpanan hingga jutaan ton.
"Kita sudah sewa penyimpanan seluruh Indonesia 2 juta ton. Kapasitas penyimpanan Bulog kita hanya 3 juta ton, sekarang sudah kita sewa 2 juta ton, sekarang sudah penuh, tinggal 800 ribu ton, dan kita sudah sewa lagi kurang lebih 1 juta ton kapasitasnya. Berarti kelak 6 juta ton," paparnya.
Dengan kondisi stok nan melimpah, Amran optimistis Indonesia tidak perlu melakukan impor beras, setidaknya dalam waktu dekat.
"Alhamdulillah Kita tidak impor di 2025, Insyaallah 2026 tidak impor. Kita saling mendoakan, kita kerjasama Insyaallah 2026 tidak impor beras. Cadangan kita adalah tertinggi sepanjang sejarah di bulan April," pungkasnya.
Foto: Inspeksi Mendadak Menteri Pertanian dan Direktur Utama Perum Bulog dalam rangka pengecekan stok beras di JDP karawang 1 Logistic Park, Karawang, Jawa Barat, Kamis (23/4/2026). (CNBC Indonesia/Martya Rizky)
(dce)
Addsource on Google
[Gambas:Video CNBC]
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·