China meminta pihak-pihak nan bertikai, usai kegagalan perundingan tenteram di Pakistan, untuk menahan diri dan tetap tenang pada Senin (13/4).
Pada akhir pekan lalu, perundingan tenteram antara Amerika Serikat dan Iran kandas mencapai kesepakatan untuk mengakhiri konflik. AS kemudian menakut-nakuti bakal menutup seluruh akses keluar-masuk Selat Hormuz.
Situasi tersebut direspons ahli bicara Kementerian Luar Negeri China, Guo Jiankun. Sebelum konflik, sebagian besar minyak Iran diekspor ke China.
Terkait rencana blokade, Guo menegaskan Selat Hormuz kudu tetap aman, stabil, dan tidak terhalang lantaran perairan tersebut sangat krusial bagi organisasi internasional.
“China berambisi pihak-pihak mengenai bakal mematuhi pengaturan gencatan senjata sementara, tetap berkomitmen untuk menyelesaikan perselisihan melalui langkah politik dan diplomatik, serta menghindari dimulainya kembali permusuhan,” kata Guo, seperti dikutip dari AFP.
“China siap memainkan peran positif dan konstruktif dalam menyelesaikan krisis,” tambahnya.
Guo juga memuji pertemuan di Pakistan, meskipun kandas menghasilkan kesepakatan damai. Ia menyebut pertemuan itu sebagai langkah kondusif untuk meredakan ketegangan.
Dalam kesempatan tersebut, Guo menolak laporan nan menyebut China berencana memasok senjata ke Iran.
“Ini tuduhan tak berdasar dan tuduhan jahat. China secara konsisten mengambil pendekatan nan bijak dan bertanggung jawab terhadap ekspor senjata,” ujar Guo.
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·