Ilustrasi
JAKARTA - Fenomena Fear of Missing Out (FOMO) kian menjadi perhatian di tengah meningkatnya penggunaan media sosial dalam kehidupan sehari-hari. Kondisi ini kerap dialami masyarakat saat mengakses media sosial, nan awalnya bermaksud sebagai intermezo namun justru memicu emosi tertinggal, cemas, hingga stres akibat derasnya arus info dan tren nan terus berkembang.
FOMO sendiri merujuk pada rasa takut ketinggalan tren, pembaruan, alias momen nan tengah ramai diperbincangkan. Dampaknya tidak hanya terbatas pada kebiasaan mengakses media sosial secara berlebihan, tetapi juga berpengaruh pada kondisi psikologis individu. Tekanan sosial akibat standar kehidupan nan terlihat “sempurna” di ruang digital mendorong perseorangan untuk terus tampil mengikuti tren, sehingga memicu kekhawatiran andaikan merasa tidak update.
Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat mengurangi autentisitas diri lantaran perseorangan condong lebih konsentrasi mengikuti arus dibandingkan mengekspresikan diri secara alami.
Berdasarkan Journal of Behavioral Addictions, kejadian FOMO mempunyai hubungan dengan meningkatnya penggunaan internet.
Penelitian nan dilakukan oleh Akbari (2021) menunjukkan hasil survei terhadap lebih dari 50.000 partisipan, nan mencerminkan tingginya trafik penggunaan internet.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·