KBRI Beijing Goes to Chengdu: Perkuat Silaturahmi, Dekatkan Layanan WNI

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Duta Besar Republik Indonesia untuk Tiongkok, Djauhari Oratmangun, menyapa lebih dari 150 penduduk negara Indonesia (WNI) dalam aktivitas "KBRI Beijing Goes to Chengdu" nan digelar pada Sabtu (18/4) di kota Chengdu. Foto: Dok. KBRI Beijing

Duta Besar Republik Indonesia untuk Tiongkok, Djauhari Oratmangun, menyapa lebih dari 150 penduduk negara Indonesia (WNI) dalam aktivitas “KBRI Beijing Goes to Chengdu” nan digelar pada Sabtu (18/4) di Kota Chengdu. Kegiatan ini menjadi arena jumpa kangen sekaligus penguatan jejaring organisasi WNI di Chengdu dan sekitarnya.

Mayoritas peserta merupakan mahasiswa Indonesia nan tengah menempuh pendidikan tinggi di beragam perguruan tinggi di Chengdu. Turut datang pula sejumlah tokoh masyarakat Indonesia nan telah menetap di kota tersebut selama lebih dari satu dekade, menambah kehangatan suasana kebersamaan.

Dalam sambutannya, Dubes Djauhari menyampaikan berita baik mengenai peningkatan kehadiran perwakilan Indonesia di Tiongkok. “Presiden Prabowo Subianto pada Maret 2026 telah menandatangani Peraturan Presiden tentang pendirian Konsulat Jenderal Republik Indonesia baru nan bakal berdomisili di Kota Chengdu,” ujar Djauhari.

Duta Besar Republik Indonesia untuk Tiongkok, Djauhari Oratmangun, menyapa lebih dari 150 penduduk negara Indonesia (WNI) dalam aktivitas "KBRI Beijing Goes to Chengdu" nan digelar pada Sabtu (18/4) di kota Chengdu. Foto: Dok. KBRI Beijing

Chengdu, ibu kota Provinsi Sichuan nan terletak di wilayah tengah dan barat daya Tiongkok, direncanakan menjadi letak Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) nan bakal membawahi wilayah kerja Provinsi Sichuan, Yunnan, Shaanxi, Gansu, serta Kota Chongqing. Rencana tersebut disambut meriah oleh para WNI nan hadir, mengingat selama ini mereka kudu menempuh perjalanan lebih dari 1.800 kilometer ke Beijing untuk memperoleh jasa konsuler.

Selain menyampaikan perkembangan hubungan bilateral Indonesia–Tiongkok, Djauhari juga mengingatkan pentingnya kepatuhan terhadap norma dan peraturan setempat. Ia turut mengimbau para WNI untuk melakukan lapor diri melalui kanal nan sekarang semakin mudah diakses. “Jangan lupa lapor diri, sekarang bisa dilakukan secara online, kapan saja dan dari mana saja,” pesannya. Ia juga menekankan pentingnya menjaga silaturahmi dan keguyuban antarwarga Indonesia di perantauan.

Duta Besar Republik Indonesia untuk Tiongkok, Djauhari Oratmangun, menyapa lebih dari 150 penduduk negara Indonesia (WNI) dalam aktivitas "KBRI Beijing Goes to Chengdu" nan digelar pada Sabtu (18/4) di kota Chengdu. Foto: Dok. KBRI Beijing

Sebagai program unggulan KBRI Beijing, “KBRI Beijing Goes to Chengdu” menghadirkan jasa langsung (on the spot) bagi WNI. Mengawali sesi aktivitas hari itu, Atase Imigrasi KBRI Beijing, Herawan Sukoaji, menjelaskan prosedur dan memberikan jasa pembuatan paspor baru, penggantian lantaran rusak, maupun kehilangan. “Paspor adalah arsip negara nan kudu dijaga dengan baik. Jangan disobek, jangan dicoret-coret, dan pastikan selalu dalam kondisi layak,” imbau Herawan.

Selanjutnya, Atase Pendidikan KBRI Beijing, Lestari Puspitaningsih, nan mulai bekerja pada awal 2026, menyapa para mahasiswa Indonesia. Dalam paparannya, dia menekankan tahapan krusial bagi lulusan perguruan tinggi di Tiongkok. “Sebelum kembali ke Indonesia secara permanen, pastikan proses verifikasi piagam sudah dilakukan melalui China Higher Education Student Information (CHSI). Ini krusial agar piagam dapat diakui dan dimanfaatkan secara optimal di Indonesia,” jelasnya. Pita, sapaan akrabnya, juga mendorong mahasiswa untuk mempersiapkan proses tersebut sejak dini.

Pelaksana kegunaan Protokol dan Konsuler KBRI Beijing, Widya Airlangga dan Bayu Oktavriyanto, turut memberikan pemaparan interaktif mengenai jasa konsuler, sistem lapor diri, serta pelindungan WNI. “Saat ini, seluruh info jasa KBRI Beijing sudah tersedia secara transparan di situs resmi KBRI, mulai dari prosedur, alur pengajuan, hingga biaya jasa jika ada. Kami mendorong teman-teman untuk memanfaatkannya,” ujar Airlangga. Sementara itu, Bayu menambahkan, “Kami juga menyediakan hotline KBRI nan dapat dihubungi melalui WeChat maupun WA di nomor 18610455488, unik untuk situasi darurat. Jangan ragu untuk menghubungi jika menghadapi kondisi krisis.”

Duta Besar Republik Indonesia untuk Tiongkok, Djauhari Oratmangun, menyapa lebih dari 150 penduduk negara Indonesia (WNI) dalam aktivitas "KBRI Beijing Goes to Chengdu" nan digelar pada Sabtu (18/4) di kota Chengdu. Foto: Dok. KBRI Beijing

Kegiatan ini terselenggara berkah kerja sama dengan Perhimpunan Pelajar Indonesia di Tiongkok (PPIT) bagian Chengdu nan dikomandoi oleh Jevon Kokazio, mahasiswa di University of Electronic Science and Technology of China. Kolaborasi ini menghadirkan suasana nan hangat dan dinamis, mencerminkan semangat kebersamaan organisasi Indonesia di perantauan.

Acara semakin semarak dengan penampilan seni budaya dari mahasiswa dan masyarakat Indonesia di Chengdu. Nuansa Indonesia terasa kental sepanjang malam, terlebih ketika Dubes Djauhari membujuk seluruh hadirin menyanyikan lagu “Rayuan Pulau Kelapa” dan “Indonesia Pusaka” setelah lagu kebangsaan “Indonesia Raya” dikumandangkan.

Kebersamaan mencapai puncaknya saat para peserta turut berjoget berbareng mengikuti alunan musik wilayah “Tabola Bale”, menciptakan suasana penuh keakraban dan melepas kangen bakal Tanah Air.

Melalui aktivitas ini, KBRI Beijing menegaskan komitmennya untuk terus datang di tengah masyarakat Indonesia di luar negeri. “KBRI Beijing Goes to Chengdu” tidak hanya menjadi arena silaturahmi, tetapi juga bentuk nyata pelayanan dan pelindungan negara bagi seluruh WNI, sekaligus mempererat rasa kebersamaan sebagai satu family besar Indonesia di perantauan.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan