Liputan6.com, Jakarta - Pemprov DKI Jakarta melalui Dinas KPKP sedang gencar-gencarnya melakukan penangkapan ikan sapu-sapu di sejumlah kali hingga kolam Bundaran Hotel Indonesia. Operasi penangkapan ikan dengan nama lain Hypostomus plecostomus itu dimasifkan seiring populasinya nan kian meledak.
Asal mula ikan sapu-sapu berasal dari Sungai Amazon di Amerika Selatan. Ikan ini dikenal handal dan adaptif. Bisa memperkuat hidup dengan segala kondisi sekalipun di lingkungan tercemar.
Di Indonesia, ikan sapu-sapu memang mudah ditemui. Tak hanya di kali, ikan sapu-sapu juga mudah ditemui di parit-parit nan menjadi aliran air. Tak heran, hewan ini kerap jadi perburuan beberapa penduduk apalagi ketika malam hari.
Bagi para pecinta ikan, ikan dengan corak belang ini juga cukup diandalkan untuk membersihkan kolam alias aquarium mereka. Sebab, ikan ini bisa menyantap beragam jenis makanan seperti alga, lumut, sisa organik, hingga organisme kecil. Itu pula nan menjadi dasar penamaan ikan ini di Indonesia, lantaran dianggap bisa membersihkan aquarium alias kolam dari lumut nan mengendap.
Meski dianggap sebagai ikan pembersih, tak banyak nan tahu bahwa ikan sapu-sapu juga tak selamanya menjadi hewan nan doyan melakukan pembersihan pada area sekitarnya. Dikutip dari akun FB Kementerian Kelautan dan Perikanan, Selasa (14/4/2026), ada masa-masa di mana ikan sapu-sapu ini tidak lagi lincah melakukan 'bersih-bersih'
"Ikan sapu-sapu enggak serajin nan Anda bayangkan, lho. Kenapa? Ketika sudah besar mereka condong menempel di dasar perairan. Makin besar, makin malas," demikian tulis unggahan akun FB KBB dengan hastag
Selain lumut, ikan sapu-sapu juga bisa menyantap polutan dan limbah nan mengandung logam berat. Itu sebabnya, ikan ini sangat tidak dianjurkan untuk dikonsumsi manusia sekali pun sudah diolah menjadi makanan. Bila berani menyantap ikan sapu-sapu alias olahannya, bisa-bisa menyebabkan gatal-gatal apalagi keracunan.
"Maka dari itu ikan sapu-sapu masuk ke dalam Permen KP Nomor 41 tahun 2014 tentang larangan pemasukan jenis ikan rawan dari luar negeri ke dalam wilayah negara Republik Indonesia."
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·