Suasana mencekam dan kumuh dulu selalu menyelimuti salah satu perspektif di RT 012 RW 01, Jalan Kartini XIII Dalam, Kecamatan Sawah Besar, Jakarta Pusat.
Tumpukan sampah, minimnya penerangan, hingga deretan motor nan parkir sembarangan menjadi pemandangan sehari-hari nan kudu dihirup dan dilihat warga.
Namun, pemandangan suram itu sekarang tinggal kenangan. Melalui program penataan area triwulan I nan diinisiasi oleh Kelurahan Kartini sejak Januari hingga akhir Maret lalu, gang nan tadinya terbengkalai, sekarang diperindah.
Tempat nan dulunya difungsikan sebagai parkir liar dan tempat pembuangan sampah sekarang disulap menjadi ruang publik nan rapi, terang, dan dipenuhi lukisan mural nan estetik.
Transformasi drastis ini membawa kelegaan luar biasa bagi penduduk setempat.
Ketua RT 012, Muhammad Siddiq (34), mengenang sungguh memprihatinkannya kondisi wilayah tersebut di masa lalu. Kawasan itu tidak hanya kotor, tetapi juga sangat rawan kejahatan akibat minimnya pencahayaan.
"Dulu area ini banyak sampah, gelap juga, banyak motor sering parkir sembarangan di sini. Saking gelapnya, motor kakak saya juga pernah hilang," kenang Siddiq.
Keresahan nan sama juga dirasakan oleh Lia (31), penduduk setempat. Ia menuturkan kondisi gang nan kusam dan dipenuhi coretan tak layak membikin lingkungan terasa tidak nyaman, apalagi menakutkan bagi anak-anak.
"Sebelum ditata, banyak gambar-gambar nan nggak senonoh, kusam juga kelihatannya. Gelap juga di sini, jika malam anak-anak lewat suka takut," ungkap Lia menceritakan kondisi masa lalu.
Kini Nyaman, Estetik, dan Bikin Betah
Setelah proses beautifikasi rampung 100 persen, wajah Jalan Kartini XIII Dalam, berubah total. Dinding nan dulunya penuh coretan vandalisme sekarang dihiasi mural warna-warni nan memanjakan mata.
Area jalanan pun menjadi lega lantaran sudah bersih dari tumpukan sampah dan kendaraan nan parkir sembarangan.
Rasa kondusif dan tenteram sekarang kembali menyelimuti penduduk saat melewati lorong tersebut.
"Alhamdulillah enakan, nyaman, senang, jadi nggak takut lagi tuh anak-anak jika kembali (lewat gang)," tutur Lia dengan raut lega.
Perubahan positif ini juga disambut antusias oleh kalangan remaja. Fino (17) mengaku sangat mengapresiasi wajah baru tempat tinggalnya nan sekarang terasa jauh lebih modern dan hidup.
"Sekarang lumayan keren dikreasi kayak gini, bagus, banyak lukisan, udah nggak ada motor lagi. Setelah ditata ngerasa lebih nyaman aja, nggak banyak sampah, keren, gangnya jadi lebih asik," ujar Fino antusias.
Fino juga mempunyai buahpikiran unik agar gang estetik ini bisa terus terjaga dan semakin hidup oleh aktivitas warga.
"Harapan saya sih pasang Wi-Fi, biar anak-anak nongkrong di sini, biar terpantau juga kebersihannya," usul Fino.
6 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·