Konsumsi baja di Rusia mengalami penurunan nan semakin sigap pada kuartal pertama tahun 2026 seiring dengan melambatnya pertumbuhan ekonomi negara tersebut.
Mengutip Bloomberg, alah satu produsen baja terbesar di Rusia, Severstal PJSC, melaporkan bahwa permintaan domestik terus tergerus dibandingkan periode nan sama tahun lalu.
CEO Severstal, Alexander Shevelev, mengungkapkan kondisi susah nan dihadapi industri dalam pernyataan resminya pada Selasa 21 April 2026. Ia menyoroti penurunan konsumsi nan sekarang sudah melampaui nomor penurunan sepanjang tahun 2025.
"Situasi di sektor ini tetap menantang. Permintaan baja di Rusia terus menurun, dengan konsumsi turun 15 persen secara tahunan dalam tiga bulan pertama tahun 2026," ujar Alexander Shevelev.
Kondisi industri baja ini mencerminkan pendinginan ekonomi Rusia secara luas nan mulai melambat sejak tahun lalu. Bank sentral Rusia tetap mempertahankan suku kembang tinggi guna menekan inflasi, namun kebijakan moneter ketat ini justru memberikan beban berat bagi bumi upaya dan menekan nilai baja domestik.
Akibat lemahnya permintaan, nilai produk utama seperti baja canai panas turun 7 persen secara tahunan. Hal ini berakibat langsung pada rapor finansial perusahaan nan mencatatkan penurunan pendapatan serta untung nan signifikan.
"Pendapatan Severstal turun 19 persen secara tahunan menjadi 145,3 miliar rubel alias sekitar 1,9 miliar dolar AS lantaran rendahnya permintaan dan nilai jual rata rata nan melemah," lapor pihak perusahaan dalam laporan keuangannya.
Lebih lanjut, perusahaan mencatat bahwa untung sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi alias EBITDA ambruk hingga 54 persen menjadi 17,9 miliar rubel.
Margin EBITDA perusahaan apalagi menyentuh level 12 persen, nan tercatat sebagai salah satu nomor terendah dalam sejarah Severstal.
Meskipun telah melakukan pemangkasan shopping modal serta biaya tenaga kerja, Severstal menyatakan posisinya tetap lebih baik lantaran operasional produksi tetap melangkah pada kapabilitas penuh.
Situasi ini berbeda dengan pesaing utamanya, Magnitogorsk Iron and Steel Works PJSC, nan telah mulai menghentikan operasional aset nan tidak produktif dan memangkas sejumlah posisi manajemen demi efisiensi.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·