
Distribusi Ketamin Naik 2 Kali Lipat, BPOM Waspadai Penyalahgunaan (Foto: Freepik)
JAKARTA - Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Taruna Ikrar, mengungkap adanya lonjakan penyalahgunaan unsur ketamin nan sekarang menjadi tren. Penyaluran ketamin tercatat mengalami lonjakan dalam tiga tahun terakhir, ialah selama periode 2022 hingga 2024.
“Khusus ketamin kita lihat tahun 2022–2024 mengalami peningkatan nan signifikan. 134 ribu penyalurannya ke farmasi menjadi 235 ribu di 2023 dan 440 ribu di tahun berikutnya,” ungkap Taruna Ikrar dalam rapat Komisi IX DPR RI, Senin (20/4/2026).
Dalam rapat ini, Taruna mengungkap rincian info pengedaran unsur ketamin nan menunjukkan nomor pertumbuhan nyaris dua kali lipat sejak tahun 2022. Ia mengungkap meningkatnya penyaluran unsur tersebut ke beberapa farmasi sehingga perlu pemantauan.
Melihat adanya peningkatan tren penyalahgunaan unsur ketamin ini, BPOM menerbitkan izin Peraturan BPOM Nomor 12 tentang Obat-obat Tertentu. Taruna mengatakan kebijakan tersebut cukup efektif dan penyalahgunaan ketamin menurun di tahun 2025.
“Setelah kami lakukan, termasuk penyaluran ketamin ke apotek, pengeluaran dari publikasi Peraturan Badan POM Nomor 12 tentang Obat-obat Tertentu tadi, akhirnya mengalami tren penurunan di tahun 2025," ujar Taruna Ikrar.
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk pembaruan buletin terbaru setiap hari
Follow
Berita Terkait
Telusuri buletin women lainnya
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·