Direktur Utama Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, buka bunyi soal kelangkaan MinyaKita di pasaran. Dia mengaku sudah melaporkan perihal tersebut ke Menteri Pertanian untuk mengatasi perihal tersebut.
"Kemarin kami juga sudah lapor ke Pak Mentan untuk mengatasi MinyaKita nan kosong tersebut. Terus terang kami sudah mengusulkan ke Menteri Perdagangan untuk penambahan kuota. Penambahan kuota," kata Ahmad Rizal dalam konvensi pers di instansi Bulog, Jakarta, Senin (13/4).
Menurut dia, pemerintah sendiri mewajibkan produsen untuk memberikan kuota sebanyak 35 persen MinyaKita ke BUMN Pangan, ialah tersebut dari 70 persen ke Bulog, 20 persen melalui ID Food, 10 persen Agrinas Palma.
"Nah ini dari tiga BUMN ini, diberi pertanggung jawaban untuk mengendalikan pasar minyak kita di pasar-pasar SP2KP maupun pasar-pasar tradisional," katanya.
Bersamaan dengan itu, kata dia, Bulog juga mendapatkan tugas memberikan support pangan kepada seluruh masyarakat Indonesia nan sudah ada datanya dari Kementerian Sosial.
"Totalnya 33 juta (orang) lebih. Nah ini kan kami juga mengatur ritmenya. Kemarin kami konsentrasi untuk Ramadan dan Hidup Fitri. Alhamdulillah lancar. Nah kemudian setelah ini kami konsentrasi ke support pangan," ujarnya.
Ke depan, kata dia, Bulog bakal kembali konsentrasi lagi ke pasar. Menurut dia, adanya keterbatasan Domestic Market Obligation (DMO) untuk MinyaKita tersebut terjadi lantaran kudu berbagi dengan support pangan.
"Jadi separuh ke support pangan, separuh ke pasar dan sebagainya," ujarnya.
Ahmad Rizal mengatakan, berasas hasil pertemuan dengan Menteri Pertanian, maka bakal ada penambahan DMO MinyaKita untuk Bulog menjadi 65 persen.
"65 persen harapannya bisa meng-cover untuk pasar dan termasuk untuk support pangan," katanya.
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·