Diduga Tersambar Petir, Pohon di Jalan Badak Singa Bandung Tumbang Timpa Mobil

Sedang Trending 1 minggu yang lalu
Sebuah mobil tertimpa pohon tumbang di Jalan Badak Singa, Kota Bandung, Selasa (14/4/2026) Foto: Abisatya Ramdhani/kumparan

Sebuah pohon berukuran besar tumbang dan menimpa sejumlah mobil nan terparkir di pinggir Jalan Badak Singa, Kota Bandung, Selasa (14/4) siang. Peristiwa ini terjadi saat hujan mengguyur wilayah tersebut.

Seorang penduduk nan berada di letak kejadian, Dedi (58 tahun), mengatakan pohon jenis pinus itu memang sudah tua dan rapuh. Diduga pohon tumbang lantaran tersambar petir.

"Pohon pinus sudah tua, sudah rapuh. Begitu ada petir terus tumbang, kena pohon lain dulu baru kena mobil,” ujar Dedi, Selasa (14/4).

Ia menjelaskan, setidaknya ada empat kendaraan nan terdampak dalam kejadian tersebut, ialah mobil Toyota Noah, Toyota Rush, Honda Brio, dan Toyota Avanza. Namun, hanya satu kendaraan nan mengalami kerusakan parah.

“Yang parah itu Toyota Noah. nan Rush juga kena, tapi tetap bisa jalan langsung pergi. nan lainnya selamat,” jelasnya.

Damkar dihubungi untuk membantu mengevakuasi pohon nan tumbang.

“Dari pihak keamanan langsung hubungi kelurahan, terus ke damkar. Sekitar 15 menit setelah kejadian, damkar datang,” katanya.

Parkir Atas Arahan Jukir

Sebuah mobil tertimpa pohon tumbang di Jalan Badak Singa, Kota Bandung, Selasa (14/4/2026) Foto: Abisatya Ramdhani/kumparan

Salah satu pemilik mobil, Rizky (38 tahun), mengatakan dia tidak mengetahui gimana pohon tersebut menimpa kendaraannya. Ia baru tahu setelah dikabari ahli parkir di letak tersebut.

“Saya lagi enggak di lokasi, jadi tahunya dari tukang parkir nan ngasih tahu. Kebetulan saya lagi makan di seberang,” ujar Rizky saat ditemui di lokasi.

Ia menjelaskan bahwa kendaraannya diparkir di letak tersebut atas pengarahan ahli parkir, bukan secara sembarangan.

“Saya parkir di sini diarahin tukang parkir,” tambahnya.

Akibat kejadian tersebut, mobil Rizky mengalami kerusakan. Ia memperkirakan biaya perbaikannya cukup besar sehingga berambisi ada kompensasi nan diberikan dari dinas terkait.

“Kalau ngomongin mobilnya build up, jadi bukan market Indonesia. Mungkin sparepart-nya agak mahal, tapi saya belum tahu estimasinya,” katanya.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan