Campus League League Basket Dimulai di Surabaya, 24 Tim Siap Berebut Gelar Juara

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Acara Grand Launching Campus League di Agora Mall, Jakarta Pusat, Senin (20/4/2026). Foto: Agri Perdana Aulian/kumparan

Menandai dibukanya Campus League Season 1 secara nasional, Campus League Basket Surabaya bakal dilangsungkan pada 22–29 April 2026 di GOR Basket Universitas Negeri Surabaya (Unesa). Sebanyak 16 tim putra dan 8 tim putri dari 17 perguruan tinggi siap berlaga.

Menariknya, kejuaraan ini tidak hanya diikuti oleh kampus asal Surabaya dan Malang, tetapi juga kampus dari luar Pulau Jawa seperti Universitas Cenderawasih (Uncen) Jayapura dan Universitas Ciputra Makassar (UCM).

Pada sistem penyisihan, sektor putra telah terbagi menjadi empat grup, sementara sektor putri terbagi menjadi dua grup.

Pertarungan sengit diprediksi bakal terjadi sejak awal kompetisi, salah satunya di Grup D kategori putra nan mempertemukan tim unggulan Universitas Surabaya (Ubaya), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), dan Universitas Katolik Darma Cendika.

Sementara itu, Uncen bakal berada di Grup A berbareng Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya (PPNS), Universitas Airlangga (Unair), dan Universitas Ciputra Surabaya (UCS).

"Kami mempunyai ambisi besar untuk menjuarai The National. Oleh lantaran itu, di Regional Surabaya ini kami bakal berjuang maksimal untuk meraih posisi pertama," tegas Adhika Putra Wicaksono, ofisial tim basket Ubaya, usai pengundian grup di GOR Basket Unesa, Rabu (15/4).

Di sektor putri, tuan rumah Unesa tergabung dalam Grup F nan berisi tim-tim kuat asal Surabaya, ialah Ubaya, ITS, dan Unair.

“Tentu ada kewaspadaan tersendiri lantaran kami berada di grup nan kompetitif berbareng tim-tim unggulan,” ungkap pemain Unesa, Aisya Nayla Bihesti Zewar.

Berbeda dengan Grup F, Grup E justru menjadi arena persaingan tim-tim putri asal Malang. Universitas Brawijaya (UB), Universitas Ma Chung (UMC), dan Universitas Negeri Malang (UM) bakal bersaing ketat dengan UCM nan merupakan satu-satunya perwakilan dari Makassar.

Head of Competition Campus League Dave Leopold. Foto: Agri Aulian Perdana/kumparan

Regulasi Baru

Head of Competition Campus League, Dave Leopold, menjelaskan pada Season 1 terdapat pembaruan izin dengan mengizinkan setiap tim untuk mendaftarkan satu pemain ahli dan satu pemain asing. Kebijakan ini bermaksud untuk memberikan menit bermain (minute play) nan lebih memadai bagi para pemain.

“Di usia mahasiswa, pemain ahli sering kali mempunyai menit bermain nan minim di klubnya. Sesuai pengarahan dari Perbasi, kami membolehkan setiap tim menggunakan satu pemain pro. Terlebih jika pemain tersebut menerima danasiwa jalur prestasi dari kampusnya, sudah selayaknya dia diberi wadah untuk memihak almamaternya,” jelas Dave.

Terkait pemain asing, Dave menegaskan bahwa pemain tersebut kudu berstatus mahasiswa reguler waktu penuh (full-time), bukan sekadar peserta pertukaran mahasiswa, serta wajib memenuhi seluruh persyaratan manajemen termasuk kelengkapan izin tinggal.

embed from external kumparan

Penerapan Standar FIBA dan Pengawasan Perbasi

Kompetisi basket Campus League bakal menggunakan sistem round-robin (setiap tim saling berhadapan) di fase penyisihan grup. Di sektor putra, hanya juara grup nan bakal lolos ke semifinal. Sementara di sektor putri, juara grup dan runner-up berkuasa melaju ke babak empat besar melalui sistem gugur (knock-out).

Juara dan runner-up Regional Surabaya, baik putra maupun putri, bakal mengantongi tiket ke fase puncak kompetisi, The National, nan dijadwalkan berjalan di Jakarta pada 6–13 Juni 2026. Sang Juara Nasional nantinya bakal mewakili perguruan tinggi Indonesia di arena Asian University Basketball League 2027.

Pertandingan juga mengangkat izin resmi FIBA, termasuk sistem waktu bersih 4x10 menit dan patokan jersey seragam (warna terang solid dan warna gelap).

“Tim dengan jersey berwarna terang bakal disebut pertama, diperlakukan sebagai ‘tuan rumah’, dan menempati sisi kiri lapangan. Setelan jersey atas dan bawah kudu berwarna sama dan solid,” jelas Arnas Anggoro, wasit basket nasional dari Perbasi Jawa Timur.

Perbasi secara langsung bakal memantau jalannya kejuaraan ini lantaran relevansinya dengan pembentukan talent pool untuk Tim Nasional. Oleh karena itu, pemisah usia maksimal pemain nan diizinkan tampil adalah mahasiswa kelahiran tahun 2003.

Seluruh pertandingan basket Regional Surabaya bakal disiarkan secara langsung melalui live streaming di kanal YouTube Campus League. Masyarakat juga dapat menyaksikan pertandingan secara langsung di GOR Basket Unesa tanpa dipungut biaya.

embed from external kumparan
Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan