Anggie Ariesta
, Jurnalis-Senin, 20 April 2026 |21:47 WIB

Minyakita (Foto: Okezone)
JAKARTA - Badan Pangan Nasional (Bapanas) tengah mengupayakan penguatan pengedaran minyak goreng rakyat alias Minyakita dengan meningkatkan peran BUMN Pangan. Langkah ini diambil guna memastikan stabilitas nilai di pasar tetap terjaga dan memperkecil ruang bagi spekulasi harga.
Deputi 1 Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa mengatakan, pihaknya mendorong agar porsi penyaluran Minyakita melalui BUMN ditingkatkan menjadi minimal 60 persen.
"Nah tentu dengan 60 persen maka pengendalian harganya bakal berjalan lebih murah. Itu nan kita cari dan kita sorong ke depan," ujar Ketut dalam media briefing di Auditorium BAKOM di Jakarta, Senin (20/4/2026).
Ketut menjelaskan bahwa rencana ini telah melalui proses obrolan dan kerjasama dengan beragam pihak, termasuk para pelaku upaya dan kementerian terkait. Hasilnya, para pemangku kepentingan secara resmi telah menyatakan kesepakatannya terhadap usulan tersebut.
"Sudah beberapa kali kami lakukan kerjasama dengan teman-teman baik dari UMI, kelas usaha, gabungan, dan KL mengenai sebagai pemasukan nan baik, secara resmi, mereka sepakat untuk melakukan 60 persen," tambahnya.
Usulan ini juga telah disampaikan kepada Menteri Perdagangan dengan angan BUMN Pangan, seperti Bulog dan ID FOOD, dapat menyalurkan pasokan secara langsung ke pasar-pasar tradisional dengan volume nan lebih besar.
Langkah Bapanas ini sejalan dengan kemauan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman nan sebelumnya mengusulkan agar penyaluran Minyakita melalui BUMN ditingkatkan hingga 100 persen jika diperlukan. Amran menilai keterlibatan BUMN secara dominan bakal memudahkan kontrol pemerintah terhadap gejolak harga.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·