Burnout dan Hilang Motivasi saat Olahraga? Ini yang Bisa Dilakukan

Sedang Trending 1 minggu yang lalu
Ilustrasi capek saat hamil. Foto: PBXStudio/Shutterstock

Ladies, tahukah Anda bahwa burnout tidak hanya terjadi di bumi pekerjaan? Rasa capek berlebih dan lenyap motivasi ini juga bisa dirasakan dalam lingkup olahraga. Bahkan, orang-orang nan terbiasa berolahraga, mulai dari pembimbing hingga atlet, juga tak asing dengan kejadian burnout.

Dilansir WebMD, burnout adalah kelelahan berlebih secara emosional. Ini bisa disebabkan oleh rasa kewalahan akibat kesibukan, stres berkepanjangan, dan kelelahan fisik. Burnout bisa terjadi saat rasa kewalahan tersebut tidak ditangani dan tubuh terus dipaksakan beraktivitas.

Burnout bisa berakibat pada penurunan produktivitas. Ketika tubuh terlalu capek dan kehilangan motivasi, aktivitas biasa pun terasa sangat berat—termasuk menjalani kegemaran dan rutinitas, seperti olahraga. Salah satu contohnya adalah atlet figure skating asal Amerika Serikat, Alysa Liu.

Ilustrasi wanita olahraga strength training di rumah. Foto: Gorodenkoff/Shutterstock

Nama Alysa Liu melejit berkah penampilan spektakulernya di Winter Olympics Milano Cortina 2026 pada Februari lalu. Alysa membawa pulang dua lencana emas setelah sempat pensiun awal akibat burnout saat berumur 16 tahun. Setelah sempat rehat dan memutuskan untuk memegang kendali atas kariernya, dia kembali ke ice rink.

Hal nan sama juga dialami oleh strength trainer dan istri dari DJ Dipha Barus, Vanessa Budihardja-Barus. Dalam Press Conference AIA Vitality Women’s 10K pada Selasa (7/4), Vanessa menjelaskan bahwa saat usianya tetap 20-an, dia sangat mendalami olahraga angkat besi. Dia rutin melakukannya sebanyak 3–4 kali seminggu, dari pukul 6 hingga 9 pagi. Vanessa pun mengaku, jam tidurnya cukup acak-acakan saat itu.

“Tidak hanya soal pekerjaan, dalam fitness juga, burnout itu sangat nyata dan ada banyak faktornya juga. Mungkin, Anda berolahraganya berlebihan, sementara waktu pemulihannya kurang. Atau mungkin, tidak ada support dari komunitas,” jelas Vanessa di SANA Studio Iskandarsyah, Jakarta Selatan.

Dipha Barus (tengah kanan) dan Vanessa Budihardja-Barus (kanan) di Press Conference AIA Vitality Women's 10K di SANA Studio Iskandarsyah, Selasa (7/4/2026). Foto: Women's 10K

“Lama kelamaan, tubuh saya berakhir merespons olahraga nan saya lakukan. Saya merasa lelah, capek, tidak termotivasi,” imbuh penggiat pelestarian lingkungan ini.

Ketika burnout terjadi, Vanessa mengatakan, nan bisa dilakukan adalah berfokus pada pemulihan terlebih dahulu. Istirahatlah nan cukup dan konsumsi makanan nan bernutrisi. Terakhir, coba jenis olahraga lainnya. Menghadirkan ragam dalam rutinitas olahraga bisa mengurangi rasa jenuh.

“Cobalah segalanya. Siapa tahu, olahraga nan biasa Anda lakukan bukanlah sesuatu nan senang Anda lakukan. Mungkin Anda sebenarnya mau move on dari jenis olahraga nan satu ke lainnya. Jadi, divariasikan saja,” tutup Vanessa.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan