Bukan Kebiri! Ini Fakta Sebenarnya tentang Vasektomi pada Pria

Sedang Trending 1 minggu yang lalu
Ilustrasi Vasektomi untuk pria. Foto: stoatphoto/Shutterstock

Vasektomi masih sering disalahpahami, terutama lantaran banyak orang mengaitkannya dengan kebiri atau mengira prosedur ini bakal mempengaruhi kegunaan seksual pria. Padahal, secara medis, vasektomi merupakan salah satu metode kontrasepsi nan kondusif dan mempunyai tujuan berbeda. Lalu, sebenarnya apa itu vasektomi?

Menurut Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan, dr. Andrew Yurius Christian, SpOG, kontrasepsi secara umum terbagi menjadi dua jenis, ialah nan berkarakter sementara (bisa dilepas alias diulang) dan nan berkarakter permanen. Vasektomi termasuk dalam kategori kontrasepsi permanen untuk pria.

Vasektomi Bukan Kebiri, Ini Perbedaannya

Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan dr. Andrew Yurius Christian, SpOG dalam podcast Ask the Expert kumparanMOM. Foto: kumparan

Salah satu perihal krusial nan perlu dipahami adalah bahwa vasektomi berbeda dengan kebiri. Pada vasektomi, tindakan nan dilakukan tergolong minimal invasif alias tidak memerlukan operasi besar.

“Yang dilakukan adalah memotong saluran nan menyalurkan sperma dari testis ke prostat dan keluar. Jadi saluran nan keluar dari testis itu nan diputus, gitu,” ucap dr. Andrew saat live TikTok berbareng kumparanMOM, Kamis (9/4).

Testis tetap ada dan berfaedah seperti biasa. Produksi hormon testosteron pun tetap melangkah normal lantaran tidak ada bagian hormon nan terganggu dalam prosedur ini.

Tidak Mempengaruhi Fungsi Seksual

Banyak laki-laki cemas vasektomi bakal berakibat pada performa seksual. Namun, dr. Andrew menegaskan bahwa secara umum, laki-laki nan menjalani vasektomi tidak mengalami perbedaan dalam kegunaan seksualnya.

Ilustrasi Vasektomi untuk pria. Foto: Shidlovski/Shutterstock

Mulai dari libido, keahlian ereksi, hingga proses ejakulasi tetap berjalan seperti biasa. Tidak ada perubahan dari segi rasa, tampilan, maupun aroma air mani.

Perbedaan hanya terletak pada isi air mani tersebut. Setelah vasektomi, air mani tidak lagi mengandung sperma. Hal ini biasanya bisa dipastikan melalui pemeriksaan laboratorium dengan mikroskop.

“Hanya isinya tidak ada sperma di dalamnya. Jadi air mani itu dihasilkan oleh prostat, sedangkan testis itu menghasilkan sel sperma,” ungkapnya.

Vasektomi bisa menjadi pilihan bagi pasangan nan sudah tidak berencana mempunyai anak lagi dan mau metode kontrasepsi nan efektif serta permanen. Meski begitu, keputusan ini tentu perlu dipertimbangkan secara matang dan didiskusikan berbareng pasangan serta tenaga medis ya, Moms.

kumparan post embed
Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan