Bos BI Bilang Kredit Nganggur di Bank Masih Tinggi, Capai Rp 2.527 T

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Bank Indonesia (BI) memperkirakan pertumbuhan angsuran 2026 tetap terjaga pada kisaran 8-12% dipengaruhi oleh sisi permintaan dan penawaran.

Namun, dari sisi permintaan, BI memandang pemanfaatan pembiayaan perbankan tetap dapat ditingkatkan, terutama dengan mengoptimalkan akomodasi pinjaman nan belum digunakan (undisbursed loan) nan tetap cukup besar ialah mencapai Rp2.527,46 triliun alias 22,59% dari plafon angsuran nan tersedia.

Kemudian, dari sisi penawaran, kapabilitas pembiayaan bank tetap memadai, ditopang oleh rasio Alat Likuid terhadap Dana Pihak Ketiga (AL/DPK) sebesar 27,85% dan DPK nan tetap tumbuh tinggi sebesar 13,55% (yoy) pada Maret 2026.

"Selain itu, minat penyaluran angsuran perbankan tetap baik, tecermin dari persyaratan pemberian angsuran (lending requirement) nan tetap longgar, selain pada segmen angsuran konsumsi dan UMKM akibat tetap tingginya akibat angsuran pada kedua segmen tersebut," papar Gubernur BI Perry Warjiyo, dalam paparan Rapat Dewan Gubernur BI, dikutip Kamis (23/4/2026).

Ke depan, dia memastikan BI bakal terus memperkuat kapabilitas pendanaan perbankan, termasuk pengembangan instrumen nontraditional funding (non-DPK) guna mendukung penyaluran angsuran perbankan. Koordinasi dengan Pemerintah dan KSSK terus diperkuat untuk memperbaiki struktur suku kembang dan mendorong pertumbuhan kredit/pembiayaan perbankan tersebut.

Adapun, Perry mengungkapkan BI memandang adanya perbaikan dari pertumbuhan angsuran pada Maret 2026.

"Kredit perbankan pada Maret 2026 tumbuh sebesar 9,49% (yoy), lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan pada Februari 2026 sebesar 9,37% (yoy)," ujar Perry.

Berdasarkan golongan penggunaan, perkembangan ini didukung oleh angsuran investasi, angsuran modal kerja, dan angsuran konsumsi nan pada Maret 2026 masing-masing tumbuh sebesar 20,85% (yoy), 4,38% (yoy), dan 5,88% (yoy).

(haa/haa)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News