Bahaya Infeksi HPV pada Laki-Laki Picu Kutil Kelamin hingga Kanker

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Bahaya Infeksi HPV pada Laki-Laki Picu Kutil Kelamin hingga Kanker

Bahaya Infeksi HPV pada Laki-Laki Picu Kutil Kelamin hingga Kanker (Foto: MSD)

JAKARTA — Selama ini, pemahaman masyarakat tentang Human Papillomavirus (HPV) tetap banyak dikaitkan dengan kesehatan perempuan, terutama lantaran hubungannya dengan kanker serviks. Padahal, virus ini juga mempunyai akibat signifikan terhadap kesehatan laki-laki.

Data dunia menunjukkan bahwa nyaris sepertiga laki-laki berumur di atas 15 tahun pernah terinfeksi setidaknya satu jenis HPV. Tidak hanya sebagai pembawa, laki-laki juga menyumbang sekitar 40 persen kasus kanker mengenai HPV di dunia, termasuk kanker tenggorokan, anus, dan penis nan jumlahnya terus meningkat.

Plt Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kementerian Kesehatan RI, Andi Saguni, menyebut bahwa selama ini pembahasan HPV lebih banyak berfokus pada perempuan. Menurutnya, meskipun kanker serviks tetap menjadi persoalan besar, HPV pada dasarnya tidak mengenal pemisah gender.

Ia menambahkan, program imunisasi HPV nan telah diintegrasikan dalam aktivitas Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) menunjukkan capaian nan cukup tinggi pada anak perempuan. Namun, upaya edukasi tetap perlu diperluas agar masyarakat memahami bahwa perlindungan ini krusial bagi semua anak, baik laki-laki maupun perempuan.

Hal senada disampaikan Managing Director MSD Indonesia, George Stylianou, nan menekankan pentingnya pendekatan inklusif dalam perlindungan kesehatan. Menurutnya, setiap anak berkuasa mendapatkan akses pencegahan nan sama.

Dari sisi medis, Ketua PERDOSKI, Hanny Nilasari, menjelaskan bahwa beban HPV pada laki-laki sering tidak terlihat. Selain kanker serviks pada perempuan, jangkitan HPV juga dapat memicu kutil kelamin, kanker penis, hingga kanker orofaring pada pria.

Ia juga menyoroti bahwa laki-laki condong tidak membentuk kekebalan alami nan kuat setelah terinfeksi, sehingga akibat jangkitan berulang alias persisten menjadi lebih tinggi. Secara global, kasus kanker orofaring pada laki-laki apalagi tercatat hingga empat kali lebih tinggi dibandingkan perempuan.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com