Aktivitas Gempa Gunung Slamet Naik, Warga Diimbau Patuhi Batas Aman

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Aktivitas kegempaan Gunung Slamet kembali meningkat, di mana saat ini tetap berstatus level II (Waspada).

Mengutip dari detikJateng, dalam dua hari terakhir, gunung tertinggi di Jawa Tengah (Jateng) ini menunjukkan lonjakan aktivitas nan signifikan.

Berdasarkan info laporan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) pada Senin (20/4) tercatat hanya 7 gempa embusan dan 17 gempa low frekuensi. Namun sehari kemudian, Selasa (21/4), jumlahnya melonjak drastis menjadi 72 gempa hembusan dan 60 gempa low frekuensi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tak hanya frekuensi, kekuatan gempa juga meningkat. Amplitudo gempa embusan tercatat mencapai 3-6 mm dengan lama hingga 58 detik, lebih lama dibandingkan hari sebelumnya nan berkisar 30-40 detik. Sementara itu, gempa low gelombang juga menunjukkan lama lebih panjang hingga 29 detik.

Selain itu, tremor menerus alias microtremor ikut menguat. Jika pada 20 April amplitudo dominan berada di nomor 0,5 mm, maka pada 21 April meningkat menjadi 1 mm apalagi sempat menyentuh 1,5 mm.

Dikutip dari laman magma.esdm.go.id, untuk periode pantauan pada Selasa (21/4), Gunung Slamet terlihat jelas hingga tertutup kabut.

"Teramati asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas tebal tinggi sekitar 50-100 meter dari puncak. Cuaca cerah hingga hujan, angin lemah hingga kencang ke arah utara, timur, selatan dan barat," demikian tertulis di sana.

Batas kondusif aktivitas warga

Meski aktivitas meningkat, status Gunung Slamet tetap berada di Level II alias Waspada. Dalam laporan ini Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengimbau masyarakat untuk tidak beraktivitas dalam radius 3 kilometer dari kawah puncak.

"Peningkatan kegempaan ini menjadi parameter krusial dalam memantau pergerakan magma di dalam gunung," ujar Supervisor Site Gunung Slamet Perhutani Alam Wisata Wilayah Barat, Sugeng Utomo, Rabu (22/4/2026).

Sugeng juga mengingatkan masyarakat nan beraktivitas di lereng gunung agar tetap mematuhi pemisah kondusif nan telah ditetapkan.

"Secara umum kami mengimbau masyarakat agar selalu mematuhi pemisah kondusif 3 kilometer dari kawah puncak dan tetap waspada," tegasnya.

Di wilayah Kabupaten Banyumas, terdapat empat kecamatan nan menjadi konsentrasi pemantauan lantaran jaraknya nan paling dekat dengan puncak, ialah Kecamatan Baturraden, Sumbang, Kedungbanteng, dan Cilongok.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Banyumas, Dwi Irawan Sukma, mengatakan suhu kawah Gunung Slamet pada Sabtu (18/4) naik dari 461°C menjadi 478°C. Hal ini membikin pemerintah wilayah menjadi lebih waspada.

"Kondisi ini menjadi perhatian serius. Meskipun untuk wilayah Banyumas bagian selatan saat ini tetap dalam kategori relatif aman, kami tetap meningkatkan kewaspadaan dan terus memantau parameter vulkanik lainnya," ujar Dwi.

Pihaknya berencana bakal menggelar rapat koordinasi (rakor) lintas wilayah pada Kamis (23/4) besok. Pertemuan ini dijadwalkan menghadirkan perwakilan BPBD dari Purbalingga, Pemalang, Tegal, dan Brebes, serta pihak Badan Geologi.

"Fokus utama rakor adalah sinkronisasi langkah mitigasi dan penguatan jalur koordinasi darurat jika aktivitas gunung meningkat ke level nan lebih mengkhawatirkan," kata dia.

Dirinya memastikan sejauh ini sektor pariwisata di area Baturraden yang berada di kaki gunung Slamet tetap melangkah normal.

"Kegiatan wisata di area Baturraden hingga saat ini tetap dinilai kondusif lantaran jaraknya cukup jauh dari kawah puncak. Namun, kami minta masyarakat dan visitor tetap mengikuti perkembangan info resmi dan tidak mudah termakan rumor nan belum terverifikasi," kata Dwi.

Baca buletin lengkapnya di sini.

(kid/wis)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Selengkapnya
Sumber CNN Indonesia Nasional
CNN Indonesia Nasional