Liputan6.com, Jakarta - Buruh nan tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) berbareng sejumlah komponen masyarakat menggelar tindakan demonstrasi di depan Gedung DPR/MPR RI, Kamis (16/4/2026). Sebanyak 1.948 personel campuran dikerahkan untuk mengawal tindakan tersebut.
Kapolres Metro Jakarta Pusat, Reynold EP Hutagalung mengatakan, ribuan personel disebar di sejumlah titik strategis, khususnya di sekitar Gedung DPR/MPR. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan serta kemacetan lampau lintas di sekitar letak unjuk rasa.
"Kami siap melayani para pengunjuk rasa dan mengedepankan profesionalisme serta sikap persuasif di lapangan," kata Reynold.
Dia juga menegaskan pentingnya penyampaian pendapat secara tertib tanpa melanggar patokan maupun menciptakan situasi anarkis.
Polisi Tak Dibekali Senjata
Dilansir Antara, Reynold memastikan seluruh personel pengamanan tidak dibekali senjata api dan mengedepankan pendekatan humanis selama pengamanan berlangsung.
Selain itu, rekayasa arus lampau lintas bakal diberlakukan secara situasional andaikan terjadi lonjakan massa alias gangguan keamanan.
Sementara itu, berasas akun IG resmi IG @fspmi_kspi, pekerja bakal menuntut pengesahan Undang-undang Ketenagakerjaan baru, penghapusan sistem outsourcing, serta perbaikan bayaran nan dinilai tetap rendah dalam tindakan depan Gedung DPR/MPR.
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·