Zulhas Sebut Sinergi KDMP-MBG Buat Ekonomi Kuat

Sedang Trending 4 jam yang lalu

Jakarta -

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) meninjau budidaya ikan lele Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Di mana, hasil panen ikan lele di sana dijual ke satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) untuk program makan bergizi cuma-cuma (MBG).

Dilansir instansi buletin Antara dan IG resmi Zulhas, Senin (3/8/2026), Zulhas meninjau KDMP Kamolan, Blora, berbareng Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, personil DPR RI, serta Bupati Blora di unit budi daya bioflok KDMP Kamola. Salah satu upaya KDMP adalah tematik ikan lele.

KDMP Kamolan memasok lele bersih kepada 4 SPPG dengan nilai Rp 25.000 per kilogram (kg). Setiap SPPG rata-rata memesan sekitar 250 kg lele dalam sekali pengambilan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Inilah nan kita bangun, sebuah closed-loop economy. Warga mempunyai kepastian pasar, koperasi menjadi penggerak ekonomi desa, dan anak-anak memperoleh sumber protein berbobot melalui Program MBG," kata Zulhas.

Menurut Zulhas, pola penyerapan tersebut memberikan kepastian permintaan sehingga pembudidaya dapat merencanakan jumlah produksi dan agenda panen sesuai kebutuhan SPPG.

Unit budi daya bioflok Kamolan mulai beraksi pada Februari 2026. Pada siklus pertama, unit upaya tersebut menghasilkan sekitar 1,04 ton lele. Pada siklus kedua, pengelola telah melakukan panen parsial sekitar 605 kilogram.

Saat ini, sebanyak 22 dari 24 kolam telah terisi dengan total penebaran sekitar 92.000 bibit lele. Penebaran bibit dilakukan secara berjenjang agar waktu panen dapat disesuaikan dengan kebutuhan pasokan empat SPPG.

Menurut Zulhas, integrasi tersebut membentuk ekosistem ekonomi desa dari hulu hingga hilir. Masyarakat menjalankan aktivitas produksi, koperasi mengelola usaha, sedangkan SPPG menyerap hasil budi daya secara berkelanjutan.

"Ekonomi desa bakal kuat jika hasil kerja penduduk punya pasar nan pasti. Sekarang, beberapa Koperasi Desa Merah Putih sudah terhubung langsung dengan Program Makan Bergizi Gratis. Lele hasil budidaya KDMP Blora sudah diserap SPPG untuk menjadi menu bergizi bagi anak-anak kita," ujar Zulhas.

Zulhas menerangkan jika program pemerintah saling terhubung seperti ini, manfaatnya bakal betul-betul kembali ke rakyat. Kata Zulhas, ekonomi desa bergerak tumbuh, dan masa depan generasi menjadi lebih sehat.

"Inilah ekosistem nan sedang kita bangun. Petani dan pembudidaya mendapatkan kepastian pembeli, koperasi menjadi penggerak ekonomi desa, dan anak-anak Indonesia memperoleh asupan protein nan berkualitas," ungkapnya.

Zulhas menilai keterhubungan antara produksi masyarakat, pengelolaan upaya oleh koperasi, dan penyerapan hasil oleh SPPG dapat menggerakkan aktivitas ekonomi desa sekaligus mendukung penyediaan pangan bergizi.

"Integrasi KDMP dengan MBG menjadi bukti bahwa program pemerintah sekarang terhubung dari hulu hingga hilir. Produksi masyarakat terserap, ekonomi desa bergerak, dan manfaatnya kembali kepada masyarakat melalui penyediaan pangan bergizi sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional," ujar Zulhas.

Integrasi KDMP dan MBG juga diharapkan memperkuat peran koperasi sebagai pengelola upaya produktif serta membantu masyarakat memperoleh akses pasar nan berkelanjutan. Secara nasional, pemerintah menargetkan produksi ikan budi daya pada 2026 mencapai 7,15 juta ton.

Untuk mendukung sasaran tersebut, pemerintah mengembangkan Program Budi Daya Tematik Bioflok guna meningkatkan produksi ikan, menciptakan lapangan kerja, memperkuat ekonomi desa, serta memasok kebutuhan protein bagi Program MBG.

(whn/imk)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News