Zulhas Dorong Pengelolaan Sampah di Pesantren Jadi Contoh bagi Daerah

Sedang Trending 4 minggu yang lalu

Jakarta -

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas) mendorong praktik pengelolaan sampah di lingkungan pesantren menjadi contoh nan dapat diterapkan di wilayah lain. Hal itu disampaikannya setelah memandang langsung penemuan para santri SMK Kreatif Chasbullah, Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, dalam mengolah sampah.

Para santri tersebut telah mengolah sampah menjadi beragam produk nan bermanfaat, mulai dari paving block hingga biogas. Praktik itu diperlihatkan saat Zulhas berbincang dengan para santri dalam rangkaian Muktamar Literasi Santri 2026 di Expo Bazar SMK Kreatif Chasbullah, Jumat (28/8).

Menurut Zulhas, pengelolaan sampah nan dilakukan para santri menunjukkan pentingnya menerapkan literasi lingkungan dalam kehidupan sehari-hari. Ia menilai pengetahuan mengenai sampah perlu diwujudkan melalui tindakan nyata.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ini contoh nan baik. Anak-anak santri bukan hanya tahu gimana memilah sampah, tetapi sudah bisa mengolahnya menjadi sesuatu nan bermanfaat. Ini nan kudu terus kita sorong dan ditiru di tempat lain," ujar Zulhas dalam keterangannya, Sabtu (29/8/2026).

Dalam perbincangan tersebut, Zulhas menguji pengetahuan para santri mengenai jenis-jenis sampah, pemanfaatan sampah anorganik, hingga pengelolaan residu. Sejumlah santri bisa menjawab pertanyaan tersebut dengan baik. Pengetahuan itu juga telah diterapkan melalui pengolahan sampah hingga sisanya mendekati nol residu.

"Kami sudah mengolah sampah dan mengubahnya menjadi biogas dan paving block, Pak Menko, sehingga tidak ada nan terbuang, zero waste," ujar Andika M. Nuur, salah seorang santri.

Zulhas mengatakan kesadaran dan keahlian mengelola sampah sejak awal menjadi bagian krusial dalam membangun budaya baru pengelolaan lingkungan.

Dalam kesempatan tersebut, Zulhas juga memperkenalkan pentingnya pengolahan sampah menjadi energi, termasuk melalui Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL). Menurutnya, beragam pendekatan pengelolaan sampah perlu dikembangkan sesuai dengan karakter dan kondisi masing-masing daerah.

Sebagai informasi, Muktamar Literasi Santri 2026 turut diisi dengan pemberian Penghargaan Pesantren Peduli Lingkungan. Praktik pengelolaan sampah nan dilakukan para santri SMK Kreatif Chasbullah menjadi salah satu contoh bahwa pesantren tidak hanya menjadi pusat pendidikan keagamaan, tetapi juga dapat menjadi ruang tumbuhnya penemuan dan kepedulian lingkungan nan memberi faedah nyata bagi masyarakat.

(akn/ega)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News
↑