loading...
Zat Kimia Persisten. Foti/ SCIENCE ALERT
NEWS YORK - Penelitian baru di AS menemukan bahwa 98,8% sampel darah mengandung PFAS, sekelompok bahan kimia nan memperkuat lama dan memengaruhi kesehatan serta lingkungan.
Dalam sebuah studi baru nan diterbitkan dalam jurnalilmiahJournal of Occupational and Environmental Hygiene, para peneliti melaporkan bahwa 98,8% dari 10.566 sampel darah nan diuji mengandung setidaknya satu jenis "bahan kimia permanen" (PFAS).
Menurut Sciencealert, PFAS, alias senyawa perfluoroalkil dan polifluoroalkil, adalah sekelompok bahan kimia sintetis nan terdiri dari lebih dari 15.000 senyawa berbeda nan dikenal dalam pengetahuan pengetahuan.
Senyawa ini disebut "bahan kimia permanen" lantaran kemampuannya untuk memperkuat dalam jangka waktu nan sangat lama di lingkungan dan ketahanannya terhadap degradasi alami.
Senyawa PFAS telah banyak digunakan dalam produksi industri selama beberapa dasawarsa dan telah mencemari sumber air, makanan, dan ekosistem di Bumi.
Para intelektual telah mengetahui bahwa PFAS terdapat dalam tubuh manusia. Penelitian baru nan dilakukan oleh para intelektual di laboratorium toksikologi NMS Labs di Pennsylvania bermaksud untuk menilai keberadaan simultan beragam PFAS dalam darah manusia.
2 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·