XPeng Indonesia mengurai konsep dasar dari mobilitas kepintaran buatan (Artificial Intelligence/AI) nan diusung pada beberapa produknya di pasar Tanah Air. Teknologi AI nan diboyong tak sekadar berfaedah sebagai asisten pencari info digital di layar komputer hiburan, melainkan bertindak langsung pada respons bentuk kendaraan.
Vice President Marketing XPeng Indonesia, Hari Arifianto, membeberkan bahwa prinsip utama dari pemanfaatan AI untuk mobilitas adalah untuk menghadirkan kenyamanan serta support bagi pengemudi saat bermanuver di jalan raya.
"Mobilitas AI ini adalah banyak teknologi-teknologi nan disematkan di kendaraan nan sebenarnya membantu alias membikin kita nyaman di dalam berkendara," ujar Hari saat ditemui di Tangerang, Senin (31/8/2026).
Saat ditanya mengenai benefit nan paling bisa dirasakan langsung oleh konsumen, Hari menegaskan bahwa aspek keselamatan aktif dan kenyamanan ekstra menjadi poin paling dominan. Dari sisi keselamatan, AI bekerja aktif mengombinasikan respons suspensi dan kendali darurat ketika mobil mengalami situasi berbahaya.
"Nah, itu kan kombinasi antara keahlian dari AI-nya untuk mendeteksi bahwa mobil itu mengalami kondisi darurat misalnya pecah ban. Itu dikombinasiin antara suspensi dan langsung assist pengguna agar tidak terjadi kecelakaan lanjutan," paparnya.
Melalui intervensi teknologi ini, sistem bakal memandu mobil mereduksi kecepatan secara berjenjang dan mengarahkan kendaraan ke lajur kiri jalan untuk diamankan. Fitur ini menjadi solusi krusial mengingat tidak semua pengemudi mempunyai kesiapan mental dan keahlian berkendara dalam menghadapi situasi darurat.
Hari bilang penerapan kepintaran buatan berbasis kenyamanan ini salah satunya telah dinikmati pengguna pada model MPV listrik XPeng X9 nan sekarang dipasarkan di Indonesia. Di dalam kabin XPeng X9, fitur AI bekerja meredam kebisingan luar melalui teknologi Active Noise Cancellation serta mengoptimalkan kualitas bunyi mikrofon saat berkendara.
"Nah, ini nan salah satunya nan sering kali disebut AI-nya bukan cuman AI seperti ketika kita searching alias mencari info di komputer, tapi memang betul-betul diterapkan di sebuah kehadiran bentuk kendaraan, seperti itu," jelasnya.
Selain itu, benefit lain nan dirasakan pengemudi tetap kata Hari adalah kemudahan pembaruan sistem secara digital melalui fitur Over-The-Air (OTA). Pengguna dapat menikmati tambahan fitur kenyamanan seperti sistem karaoke tanpa mikrofon fisik, hanya lewat pembaruan peranti lunak tanpa perlu repot mendatangi diler.
Mengenai kepantasan dan kesesuaian penerapan teknologi AI di Indonesia nan mempunyai dinamika persimpangan jalan, kelengkapan marka, serta perilaku lampau lintas nan unik Hari menekankan bahwa aspek lokalitas menjadi pertimbangan paling mendasar bagi XPeng.
"Ya, tentunya kondisi unik dari masing-masing negara bakal menjadi salah satu aspek nan dipertimbangkan," kata Hari.
Untuk memastikan seluruh sistem AI dan sensor kendaraan betul-betul cocok dengan karakter prasarana jalan domestik, XPeng melakukan pengetesan ekstensif di lapangan sebelum resmi menjual produknya. Mobil uji berbalut stiker kamuflase disimulasikan melintasi beragam rute menantang di Indonesia.
"Itulah sebabnya XPeng sebelum mengenalkan produk ke Indonesia juga melakukan testing terlebih dahulu. Mungkin teman-teman pernah dulu sebelum X9 dikenalkan di Indonesia, pernah memandang ya dengan kamuflase, terus kita sendiri juga melakukan simulasi mulai dari Jawa, Sumatra, sampai Bali. Bali kembali lagi ke Jakarta, untuk betul-betul menerapkan kendaraan nan sesuai dengan kondisi dan situasi mobilitas di Indonesia," pungkas Hari.
2 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·