WSL Containers Resmi Hadir Sebagai General Availability

Sedang Trending 3 minggu yang lalu

Microsoft akhirnya membawa WSL Containers ke status General Availability (GA). nan berfaedah guys, fitur container untuk Windows Subsystem for Linux nan sebelumnya tetap berada dalam tahap Preview sekarang sudah siap digunakan secara lebih luas.

Baca juga: Resmi, WSL Container Kini Tersedia Sebagai Public Preview

Nah dengan WSL Containers, developer Windows bisa membuat, menjalankan, dan mengelola Linux container langsung melalui WSL tanpa kudu berjuntai pada workflow container terpisah. 

Ada Banyak Perintah Baru

Jadi kawan kawan, dalam jenis GA ini, Microsoft menambahkan sejumlah keahlian baru untuk membikin workflow container lebih lengkap.

Misalnya ada wslc container restart untuk melakukan restart container, wslc container cp untuk menyalin file masuk dan keluar container, serta wslc system info untuk memandang kondisi environment container.

Pengelolaan network juga semakin komplit dengan wslc network connect dan wslc network disconnect. Selain itu, WSL Containers sekarang mendukung health check, --mount, konfigurasi --stop-timeout, hingga letak storage nan bisa diatur sendiri.

Baca juga: Saya Mencoba WSL Containers di Windows 11, Bisakah Menggantikan Docker di WSL?

Performa dan Networking Ikut Ditingkatkan

Nah nan menarik, tentu bukan hanya ada perintah baru, tapi ada juga peningkatan pada sistemnya, termasuk akses file nan lebih cepat, networking nan lebih baik, dan memory reclaim nan ditingkatkan.

Hal ini cukup krusial lantaran container workflow sering berasosiasi dengan banyak file, network service, database, dan aplikasi nan melangkah secara bersamaan. Dengan peningkatan tersebut, Microsoft mau membikin penggunaan container melalui WSL terasa lebih praktis untuk aktivitas development sehari-hari.

Sekarang Lebih Siap untuk Enterprise

Selain itu,, WSL Containers ini juga bukan hanya mendapatkan fitur untuk developer, tetapi juga integrasi untuk kebutuhan enterprise, misalkan seperti Microsoft Defender for Endpoint (MDE) sekarang dapat memantau aktivitas process, file, dan network dari container nan melangkah di WSL, nan kemudian aktivitas tersebut juga bisa dikaitkan kembali dengan Windows host sehingga security team dapat melakukan investigasi melalui workflow nan sama.

Sementara itu, Microsoft Intune mendapatkan kontrol untuk mengaktifkan alias menonaktifkan akses WSL Containers serta membatasi container image hanya dari registry nan sudah disetujui.

Jadi perusahaan bisa membikin registry allow list, sehingga developer tidak bebas mengambil image dari sembarang registry.

Mulai Terintegrasi dengan VS Code

Ekosistem WSL Containers juga mulai mendapatkan support dari beragam tool developer, dan apalagi VS Code Dev Containers sekarang dapat menggunakan wslc sebagai driver, sementara Aspire bisa menggunakan WSL Containers sebagai container runtime.

Ada juga extension container untuk VS Code serta beberapa project organisasi seperti Lazywslc dan WSL Container Desktop untuk membantu mengelola container dengan interface nan lebih mudah, dan bagi  pengguna Windows nan memang banyak bekerja dengan Linux container, hadirnya WSL Containers sebagai GA tentu cukup menarik. 

Apalagi sekarang Microsoft tidak hanya membawa keahlian menjalankan container, tetapi juga mulai melengkapinya dengan networking, observability, security, dan enterprise management.

Untuk Anda nan belum mendapatkan fitur WSL Container, Anda bisa langsung saja memperbarui WSL Anda ke jenis paling baru dengan langkah mengetik perintah “wsl –update”

Setelah pembaruan selesai dan Anda sudah berada di versi lebih baru dari 3.0.1.0, Anda bisa langsung mencoba WSL Container. 

Baca juga: Saya Mencoba WSL Containers di Windows 11, Bisakah Menggantikan Docker di WSL?

Tapi kira kira apakah WSL Container ini bisa menggantikan Docker? mungkin mari kita coba lagi dalam beberapa minggu kedepan ya, lantaran setelah saya coba kemarin, saya rasa tetap belum bisa sepenuhnya menggantikan docker. 

Via : Microsoft


Catatan Penulis : WinPoin sepenuhnya berjuntai pada iklan untuk tetap hidup dan menyajikan konten teknologi berbobot secara cuma-cuma — jadi jika Anda menikmati tulisan dan pedoman di situs ini, minta whitelist laman ini di AdBlock Anda sebagai corak support agar kami bisa terus berkembang dan berbagi insight untuk pengguna Indonesia. Kamu juga bisa mendukung kami secara langsung melalui support di Saweria. Terima kasih.

Written by

Gylang Satria

Tech writer nan sehari‑hari berkutat dengan Windows 11, Linux, dan Samsung S24. Punya pertanyaan alias butuh diskusi? Tag @gylang_satria di Disqus. Untuk kolaborasi, email saja ke [email protected]

Post navigation

Previous Post

Selengkapnya
Sumber Winpoin.com
Winpoin.com
↑