Ilustrasi(MI/PALCE AMALO)
KANTOR Perwakilan Bank Indonesia Nusa Tenggara Timur (NTT) berbareng Pemprov NTT memperkuat ekosistem literasi untuk membangun generasi muda nan unggul dan siap menghadapi masa depan melalui aktivitas World Book Day 2026.
Kegiatan bertema “Connected by Literacy, Building Future-Ready Communities” itu digelar pada Sabtu (23/5).
"Kegiatan ini dalam momentum peringatan Hari Buku Internasional dan Hari Buku Nasional sebagai bagian dari komitmen meningkatkan kualitas sumber daya manusia di NTT," kata Deputi Kepala Perwakilan BI NTT Rio Khasananda, Minggu (24/5).
Menurut Rio Khasananda, literasi mempunyai peran strategis dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia nan inklusif dan berkelanjutan.
Adapun BI NTT memperkuat sinergi dengan Pemerintah Provinsi NTT dan Kelompok Kerja (Pokja) Bunda Literasi melalui aktivitas bedah kitab dan beragam perlombaan nan mendorong produktivitas serta daya pikir kritis generasi muda, seperti lomba mewarnai, mendongeng, pidato, dan movie pendek.
Sebagai corak support nyata, BI NTT berbareng Pemerintah Provinsi NTT, Badan Musyawarah Perbankan Daerah (BMPD), dan Pokja Bunda Literasi menyerahkan support 1.000 kitab referensi kepada taman baca dan organisasi literasi di NTT.
Pada kesempatan tersebut, BI NTT juga meresmikan program Generasi Baru Indonesia (GenBI) bagi 270 mahasiswa penerima Bantuan Pendidikan Kebanksentralan Tahun 2026.
Selain itu, BI NTT juga meluncurkan Mobil Literasi Keliling “Literamove” nan dikelola Perpustakaan BI NTT untuk memperluas akses literasi, khususnya bagi anak-anak dan pelajar di beragam wilayah.
Sedangkan puncak aktivitas diisi sesi bedah kitab berbareng Dee Lestari nan dihadiri ratusan peserta. Dalam sesi tersebut, Dee Lestari membagikan pandangan mengenai pentingnya membaca, menulis, dan keberanian menuangkan pendapat sebagai bagian dari proses membangun generasi kreatif.
Dengan aktivitas ini, literasi diharapkan terus tumbuh menjadi aktivitas kolaboratif nan inklusif dan berkepanjangan demi menciptakan generasi NTT nan adaptif dan berkekuatan saing.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTT Ambrosius Kodo mengatakan, pendidikan tidak hanya berorientasi pada penguasaan pengetahuan pengetahuan, tetapi juga pembentukan karakter, integritas, dan nilai kebangsaan.
“Pemerintah Provinsi NTT terus mendukung beragam program peningkatan literasi demi kemajuan pendidikan di daerah,” tambah Ambrosius.
Bunda Literasi Provinsi NTT Mindriyati Astiningsih Laka Lena mengapresiasi beragam program literasi nan dinilai dekat dengan masyarakat dan bisa menumbuhkan minat baca generasi muda.Kegiatan ini. Kegiatan ini juga dihadiri Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan, ketua perbankan, Balai Bahasa, serta jejeran kepala sekolah, guru, dan pelajar SMA/SMK se-Kota Kupang. (H-2)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·