Liputan6.com, Jakarta - Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Akhmad Wiyagus menekankan pentingnya peran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dalam menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Timur (Kaltim).
Melalui Forkopimda, kepala wilayah berbareng unsur DPRD, TNI, Polri, kejaksaan, dan lembaga mengenai lainnya diharapkan dapat memperkuat koordinasi dan sinergi dalam penyelenggaraan urusan pemerintahan umum, khususnya upaya pencegahan dan penanggulangan karhutla.
"Karena tanpa ada motor penggerak, nan mengorkestrasi penanggulangan karhutla ini, ialah kepala daerah, ini tidak mungkin bisa terkendali," kata Wiyagus dalam audiensi berbareng Gubernur Kaltim di Balikpapan, Kamis (15/10/2026).
Menurutnya, koordinasi dan kerjasama menjadi kunci lantaran tidak ada pihak nan dapat bekerja sendiri dalam menangani karhutla. Melalui respons sigap dan kerja sama beragam pihak, khususnya Forkopimda, kebakaran rimba dan lahan diharapkan dapat segera dikendalikan.
Dalam kesempatan itu, Wiyagus berbagi pengalamannya menangani karhutla di Lampung. Saat itu, setiap kali muncul titik api, dia langsung terjun berbareng camat hingga kepala desa.
Namun, dia mengingatkan bahwa kondisi geografis Lampung berbeda dengan Kaltim sehingga pendekatan penanganan karhutla perlu disesuaikan dengan karakter masing-masing wilayah.
Wiyagus juga mengingatkan bahwa upaya penanganan karhutla merupakan bagian dari tanggung jawab negara dalam memenuhi kewenangan konstitusional masyarakat, termasuk kewenangan atas lingkungan hidup nan baik dan sehat.
"Bapak/Ibu sekalian, sebagai pengingat, semua nan kita lakukan ini kan petunjuk dari konstitusi. Pasal 28H itu kan ditegaskan bahwa setiap orang berkuasa atas lingkungan nan layak," ungkapnya.
2 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·