Wisuda UM Bandung, Rektor Herry Dorong Lulusan Miliki Karakter dan Integritas

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Wisuda UM Bandung, Rektor Herry Dorong Lulusan Miliki Karakter dan Integritas Rektor Universitas Muhammadiyah Bandung Herry Suhardiyanto melantik lulusan dalam prosesi wisuda ke-9 program sarjana UM Bandung(ISTIMEWA)

LULUSAN perguruan tinggi tidak cukup hanya mengandalkan keahlian akademik, tetapi perlu mempunyai karakter dan integritas. Pasalnya, di depan mereka terpampang tantangan baru di tengah perkembangan green economy, Society 5.0, dan kepintaran artifisial.

"Karena itu, ketika studi di Universitas Muhammadiyah Bandung, mahasiswa tidak hanya belajar tentang pengetahuan pengetahuan dan teknologi. Mahasiswa dibimbing untuk mempunyai karakter nan unggul nan menjadi fondasi bagi keberhasilan pada masa depan. Membangun karakter itu sama pentingnya dengan menguasai teknologi,” ungkap Rektor Universitas Muhammadiyah Bandung, Herry Suhardiyanto, saat wisuda UM Bandung, Sabtu (12/9).

UM Bandung menggelar prosesi wisuda ke-9 program sarjana nan diikuti 684 wisudawan dan wisudawati dari lima fakultas di Auditorium KH Ahmad Dahlan, UM Bandung.

Lebih jauh Rektor UM Bndung mendorong lulusan UM Bandung untuk menjadi technopreneur islami nan bisa menciptakan lapangan kerja, mengembangkan riset berbasis nilai Islam, dan menghadirkan solusi terhadap beragam persoalan bangsa.

UM Bandung, tegasny, bakal terus memperkuat perannya sebagai lembaga pendidikan dan pusat kelebihan melalui penelitian serta inovasi. Pendidikan di UM Bandung diarahkan untuk membekali mahasiswa dengan kompetensi, kecakapan, dan keahlian nan dibutuhkan dalam menghadapi tantangan masa depan.

Sementara itu, Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Dadang Kahmad mengingatkan para lulusan agar pengetahuan nan diperoleh selama kuliah tidak berakhir pada ijazah. Ilmu kudu diwujudkan melalui karya, pengabdian, dan kebermanfaatan bagi masyarakat.

“Pergilah dengan ilmu. Berjalanlah dengan iman. Berkaryalah dengan integritas. Bersainglah dengan kompetensi dan berrbuatlah dengan keikhlasan,” tandas Ketua Badan Pembina Harian UM Bandung itu.

Pada kesempatan nan sama, Kepala LLDIKTI Wilayah IV Jawa Barat dan Banten Lukman juga mengingatkan para lulusan mengenai ketatnya persaingan bumi kerja. Para sarjana UM Bandung dituntut bisa bersaing dengan lulusan perguruan tinggi lain sekaligus beradaptasi dengan perkembangan teknologi.

Ia menilai perkembangan AI dapat menjadi tantangan sekaligus peluang. Lulusan perguruan tinggi perlu memanfaatkan AI untuk meningkatkan keahlian dan produktivitas, tanpa mengabaikan keahlian esensial seperti penemuan dan profesionalisme.


LIMA WISUDAWAN TERBAIK


Wisuda Ke-9 UM Bandung terbagi dalam dua sesi. Dari 684 lulusan, Fakultas Sains dan Teknologi (FST) menyumbang 96 wisudawan, Fakultas Sosial dan Humaniora (FSH) 124 wisudawan, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) 148 wisudawan, Fakultas Agama Islam (FAI) 158 wisudawan, serta Fakultas Farmasi 158 wisudawan.

Dalam wisuda tersebut, UM Bandung juga memberikan penghargaan kepada lima wisudawan terbaik dari setiap fakultas. Dari Fakultas Farmasi, penghargaan diraih Rival Rizki Hadiansyah Saputra dengan IPK 3,83. Dari FST, wisudawan terbaik diraih Zahra Khairunisa dari Prodi Teknologi Pangan dengan IPK 3,98.

Sementara itu, dari FEB penghargaan diberikan kepada Filah Pebrianti dari Prodi Manajemen dengan IPK 3,96. Dari FAI, penghargaan diraih Abid Naufal Habibburokhman dari Prodi Hukum Keluarga Islam dengan IPK 3,95. Adapun dari FSH, wisudawan terbaik diraih Dinda Nabila dari Prodi Ilmu Komunikasi dengan IPK 3,98.


JAGA KONSISTENSI

Usai wisuda, salah satu peraih IPK tertinggi, Zahra Khairunisa, mengatakan capaian tersebut diperoleh melalui upaya menjaga konsistensi selama menjalani perkuliahan, termasuk dalam membagi waktu antara aktivitas akademik dan nonakademik.

“Saya selalu berupaya konsisten, selalu bertanggung jawab, dan memberikan nan terbaik atas setiap ikhtiar. Hal nan paling penting, saya selalu berupaya menikmati setiap prosesnya dan tidak terlalu membebani diri sendiri,” tambahnya.

Menurut dia, tantangan terbesar selama kuliah adalah menjaga konsistensi dan menentukan prioritas ketika tanggung jawab akademik, organisasi, dan aktivitas kampus berjalan bersamaan. Ia juga menyebut support orangtua menjadi salah satu aspek krusial dalam perjalanan studinya.

Setelah lulus, Zahra berencana terus mengembangkan skill di bagian pangan. Saat ini, dia telah mulai bekerja pada salah satu industri pangan di Bandung dan berambisi dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya.

Wisuda ke-9 UM Bandung turut dihadiri Ketua PP Muhammadiyah, jejeran ketua UM Bandung, Diktilitbang Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Wakil Ketua PWM Jawa Barat, Sekretaris BPH UM Bandung, Kepala LLDIKTI Wilayah IV, para orang tua wali, serta tamu undangan lainnya.

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia