Wisatawan Terluka Imbas Gempa, Brimob Evakuasi WNA ke RS Siloam

Sedang Trending 58 menit yang lalu
Wisatawan Terluka Imbas Gempa, Brimob Evakuasi WNA ke RS Siloam Pasien RS Siloam di Labuan Bajo dievakuasi ke pelataran rumah sakit imbas guncangan gempa Magnitudo 7,7, Sabtu (15/8).(MI/MARIANUS MARSELUS)

GEMPA bumi berkekuatan magnitudo 7,7 nan mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur, Sabtu (15/8), turut berakibat di Kabupaten Manggarai Barat. Sejumlah visitor di area Labuan Bajo dilaporkan mengalami luka ringan akibat terkena material bangunan.

Personel Kompi 1 Batalyon B Pelopor Labuan Bajo dikerahkan untuk melakukan patroli dan mengecek akibat gempa di sejumlah wilayah, termasuk area Hotel Jayakarta, Desa Gorontalo, Labuan Bajo.

Komandan Kompi 1 Batalyon B Pelopor Labuan Bajo, IPTU Theodorus B. Boka, mengatakan pengerahan personel dilakukan menindaklanjuti pengarahan Komandan Satuan Brimob Polda NTT melalui Wakil Komandan Batalyon.

“Setelah mendapat atensi dari Dansat Brimob Polda NTT melalui Wadanyon, kami menurunkan personel untuk melaksanakan siaga bencana. Anggota Batalyon B Pelopor berbareng Kompi 1 Labuan Bajo kami kerahkan untuk melakukan patroli dan pengecekan akibat gempa di sejumlah wilayah,” ujar Theodorus.

Dari hasil pengecekan di area Hotel Jayakarta, personel menemukan sejumlah kerusakan gedung serta visitor nan mengalami luka ringan akibat gempa.

Khusus di area tersebut, Brimob menerima info terdapat tiga penduduk negara asing nan terdampak. Dari tiga orang tersebut, dua di antaranya diketahui mengalami luka ringan pada bagian lutut, hidung, dan pinggang akibat terkena material bangunan.

“Dari tiga orang itu, dua orang nan luka ringan nan kami ketahui. Mereka mengalami luka akibat terkena material bangunan,” kata Theodorus.

Selain membantu korban terluka, personel Brimob juga membantu sejumlah penduduk negara asing nan panik mencari personil family mereka nan telah lebih dulu dievakuasi ke Rumah Sakit Siloam Labuan Bajo.

Personel kemudian membantu mengantar para visitor tersebut menuju rumah sakit. Sementara sebagian lainnya diarahkan menuju biara berasas koordinasi dengan pihak manajemen hotel.

“Dari pihak manajemen hotel juga mengarahkan ke biara. Terus sampai di Siloam, rupanya memang sudah ada banyak korban nan lain,” ujarnya.

Setibanya di Rumah Sakit Siloam, personel mendapati sejumlah korban lain nan juga telah mendapatkan penanganan medis akibat gempa.

Brimob selanjutnya melakukan patroli dan pemantauan di sejumlah titik untuk memastikan kondisi masyarakat maupun visitor tetap kondusif pascagempa.

“Kami bakal terus melakukan patroli dan memberikan support kepada masyarakat maupun visitor nan terdampak. Ini bagian dari upaya kemanusiaan dalam Operasi Aman Nusa,” tegas Theodorus.

Personel Brimob juga disiagakan untuk membantu proses pemindahan andaikan kembali ditemukan penduduk maupun visitor nan memerlukan pertolongan akibat dampak gempa.(H-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia