WHO Puji Reformasi Kesehatan RI, Sebut Pelayanan Primer Sudah Benar

Sedang Trending 1 hari yang lalu
Konferensi pers aktivitas Leimena Conference 2026 di Gedung Widya Graha BRIN, Jakarta Selatan, Senin (27/7/2026). Foto: Pradya Tirta/kumparan

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memberikan apresiasi terhadap reformasi sistem kesehatan nan tengah dijalankan Indonesia. WHO menilai langkah pemerintah nan menjadikan pelayanan kesehatan primer (primary healthcare) sebagai prioritas merupakan arah kebijakan nan tepat untuk memperkuat sistem kesehatan nasional.

Direktur Divisi Sistem Kesehatan dan Keamanan WHO, Lluis Vinyals Torres, mengatakan Indonesia menunjukkan komitmen nan kuat melalui reformasi sektor kesehatan nan berfokus pada pelayanan kesehatan primer. Menurutnya, pendekatan tersebut menjadi fondasi krusial dalam membangun sistem kesehatan nan menjangkau seluruh lapisan masyarakat.

“Indonesia sedang bergerak ke arah nan betul dengan menempatkan pelayanan kesehatan primer sebagai prioritas," kata Lluis dalam aktivitas Leimena Conference 2026 berbareng Kementerian Kesehatan di Gedung Widya Graha BRIN, Jakarta Selatan, Senin (27/7).

WHO juga mengapresiasi tingginya antusiasme organisasi ilmiah Indonesia dalam mengembangkan pelayanan kesehatan primer. Hal itu tercermin dari nyaris 700 absurd penelitian dan praktik baik nan diterima dalam Leimena Conference 2026.

Ilustrasi jasa BPJS Kesehatan di rumah sakit. Foto: BPJS Kesehatan

Menurut Lluis, jumlah absurd tersebut menjadi parameter besarnya potensi organisasi ilmiah Indonesia dalam menghasilkan bukti ilmiah (evidence) nan dapat menjadi dasar penyusunan kebijakan kesehatan.

"Bagi saya, 700 absurd merupakan parameter dari kekayaan organisasi ilmiah nan dimiliki Indonesia, sekaligus menunjukkan kemauan nan besar untuk berkontribusi dalam menghasilkan bukti ilmiah di negara ini," ujarnya.

Ia menilai, meskipun konsep pelayanan kesehatan primer telah dikenal secara dunia sejak Deklarasi Alma-Ata pada 1978, tetap banyak kesenjangan penelitian maupun penerapan program nan perlu terus dievaluasi untuk memastikan efektivitasnya di lapangan.

“Masih terdapat banyak kesenjangan dalam penelitian, serta beragam inisiatif nan perlu dievaluasi untuk memastikan apakah betul-betul melangkah dengan baik di lapangan alias tidak,” katanya.

Karena itu, WHO mendorong Indonesia untuk terus berinvestasi dan memperkuat pelayanan kesehatan primer sebagai fondasi utama sistem kesehatan nasional.

“Saya sepenuhnya mendorong Indonesia untuk terus melaksanakan dan berinvestasi dalam pelayanan kesehatan primer," tutur Lluis.

Lebih lanjut, dia mengatakan bergabungnya Indonesia ke dalam WHO Regional Office for the Western Pacific sejak tahun lampau membuka kesempatan nan lebih besar untuk memperkuat kerja sama regional di bagian kesehatan. Sebagai personil termuda dari 38 negara di area tersebut, Indonesia dinilai tidak hanya dapat belajar dari pengalaman negara maju seperti Jepang, Australia, dan Korea Selatan, tetapi juga mempunyai banyak pengalaman nan dapat dibagikan kepada negara-negara lain.

“Indonesia dapat memperoleh pengalaman dari negara-negara berpendapatan tinggi seperti Jepang, Australia, dan Korea. Namun pada saat nan sama, Indonesia juga mempunyai banyak perihal nan dapat dibagikan. Kami berambisi pertukaran pengalaman ini dapat membikin sistem kesehatan bekerja lebih baik untuk semua orang," ujarnya.

Konferensi pers aktivitas Leimena Conference 2026 di Gedung Widya Graha BRIN, Jakarta Selatan, Senin (27/7/2026). Foto: Pradya Tirta/kumparan

Sementara itu, Direktorat Jenderal Kesehatan Primer dan Komunitas Kementerian Kesehatan, dr. Maria Endang Sumiwi, mengatakan Leimena Conference 2026 merupakan konvensi ilmiah pertama di Indonesia nan secara unik mengangkat tema pelayanan kesehatan primer.

Konferensi tersebut digelar untuk menghimpun hasil riset sekaligus praktik terbaik dari beragam wilayah dalam memperkuat transformasi jasa kesehatan.

Ia menjelaskan, nama Leimena Conference dipilih sebagai corak penghormatan kepada dr. Johanes Leimena nan sejak era 1950-an telah menggagas pentingnya pelayanan kesehatan nan dekat dengan masyarakat serta berorientasi pada upaya promotif dan preventif.

“Kita mau mengumpulkan banyak best practice nan sudah melangkah di lapangan dan penelitian-penelitian di bagian primary health care. Karena primary health care adalah tulang punggung sistem kesehatan dan pelayanan kesehatan bagi seluruh masyarakat Indonesia," kata Maria.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan