Jika Anda adalah pengguna aktif aplikasi WA di Windows 11, mungkin Anda pernah aplikasi ini semakin lambat, royal RAM, apalagi terasa lebih berat dibanding beberapa tahun lalu. Nah ternyata, keluhan tersebut bukan hanya emosi semata.
Jadi kawan kawan, dalam sebuah ulasan mendalam nan dibagikan oleh Windows Latest, WA untuk Windows disebut sebagai salah satu aplikasi paling royal resource saat ini, apalagi dalam kondisi idle sekalipun penggunaan RAM-nya bisa mencapai ratusan MB hingga lebih dari 1 GB. Dan itu kebenaran lantaran saya juga merasakannya.
Masalah Dimulai dari Migrasi UWP ke WebView2
Jika Anda tetap ingat, beberapa tahun lampau WA untuk Windows datang sebagai aplikasi UWP (Universal Windows Platform). Aplikasi tersebut cukup ringan, responsif, dan terintegrasi dengan baik ke Windows.
Namun sekarang WA telah beranjak ke arsitektur berbasis WebView2, nan pada dasarnya menjalankan WA Web di dalam sebuah “wadah” aplikasi Windows.
Baca Juga : Pengguna Dipaksa Logout di WA Client Lama, Versi Baru Dirilis Serentak!
Tapi, seperti nan kita tahu, pendekatan ini membikin WA tidak lagi melangkah seperti aplikasi native. Karena saat dijalankan WebView2 bakal memunculkan banyak proses Chromium di latar belakang untuk menangani rendering, jaringan, audio, penyimpanan, hingga sandbox keamanan. Akibatnya penggunaan RAM dan CPU meningkat cukup signifikan.

Nah jika Anda sudah menggunakan aplikasi ini dengan lama nan cukup lama, konsumsi memorinya dapat meningkat hingga sekitar 1,2 GB.

Untuk pengguna RAM dengan kapabilitas terbatas sih ini jelas jadi mimpi buruk, lantaran dengan RAM 16 GB pun, jika 1 GB lebih sudah dipakai untuk aplikasi ini, jelas perangkat bakal terasa ngos-ngosan dong.
Tidak Hanya Boros, Tapi Juga Lambat
Selain itu, ada persoalan lain pada Whatsapp, dimana Beberapa pengguna melaporkan adanya keterlambatan saat mengirim pesan, perpindahan antar chat nan terasa lambat, hingga scrolling nan kurang mulus dibandingkan jenis UWP sebelumnya
Bahkan pada PC dengan spesifikasi nan tergolong tinggi, aplikasi ini tetap dianggap terasa berat untuk sekadar aplikasi perpesanan.
Ini tentu adalah perihal nan mungkin cukup umum, mengingat aplikasi ini berbasiskan WebView2 dengan penggunaan resource nan bisa dibilang cukup besar.
Saatnya WA Kembali Menjadi Native?
Tapi apakah ini saatnya WA kembali menjadi aplikasi native?, mengingat saat ini Microsoft semakin serius mengembangkan WinUI sebagai platform utama aplikasi Windows modern, banyak pihak mulai beranggapan bahwa Meta semestinya mempertimbangkan kembali untuk menghadirkan WA native di Windows.
Baca Juga : Microsoft Mulai Tinggalkan Komponen Web di Windows 11, Fokus ke Aplikasi Native nan Lebih Ringan
Nah menurut saya sih, jika pendekatan Microsoft ini berhasil, bisa saja WA bakal kembali datang dalam platform baru nan lebih native, lebih sigap dan lebih irit resource, apalagi Windows tetap mempunyai lebih dari satu miliar pengguna aktif di seluruh dunia, sehingga rasanya cukup susah untuk membenarkan pengalaman aplikasi nan terasa berat hanya untuk kegunaan dasar seperti berkirim pesan saja.
Selain itu, di saat nilai RAM tetap tinggi, jelas optimasi kudu dilakukan, lantaran jika semakin berat tentu pengguna akhirnya ada nan mencari pengganti lain nan lebih baik “meskipun memang sih sangat susah untuk menggantikan keberadaan WA nan sudah menjadi kebutuhan nyaris semua pengguna terutama di Indonesia”.
Nah gimana menurutmu guys? komen dibawah dan berikan pendapatmu. Apakah WA untuk Windows saat ini memang terasa lebih berat dibanding dulu, alias justru Anda tidak mengalami masalah apa pun? Tulis pendapatmu di kolom komentar di bawah ya.
Catatan Penulis : WinPoin sepenuhnya berjuntai pada iklan untuk tetap hidup dan menyajikan konten teknologi berbobot secara cuma-cuma — jadi jika Anda menikmati tulisan dan pedoman di situs ini, minta whitelist laman ini di AdBlock Anda sebagai corak support agar kami bisa terus berkembang dan berbagi insight untuk pengguna Indonesia. Kamu juga bisa mendukung kami secara langsung melalui support di Saweria. Terima kasih.
Written by
Gylang Satria
Tech writer nan sehari‑hari berkutat dengan Windows 11, Linux Ubuntu, dan Samsung S24. Punya pertanyaan alias butuh diskusi? Tag @gylang_satria di Disqus. Untuk kolaborasi, email saja ke [email protected]
Post navigation
Previous Post
5 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·