Waspadai Penyebaran Ebola, AS Perketat Pembatasan Perjalanan dari Afrika Timur dan Tengah

Sedang Trending 3 minggu yang lalu
Waspadai Penyebaran Ebola, AS Perketat Pembatasan Perjalanan dari Afrika Timur dan Tengah Ilustrasi.(freepik)

PUSAT Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) memperketat pembatasan perjalanan guna mencegah masuknya pandemi Ebola ke wilayah Amerika Serikat (AS) di tengah meningkatnya kasus di area Afrika Timur dan Afrika Tengah.

Dalam pernyataan nan dirilis pada Senin (18/5), CDC menyebut langkah tersebut dilakukan melalui koordinasi dengan Departemen Keamanan Dalam Negeri Amerika Serikat dan sejumlah lembaga federal lainnya untuk menekan akibat penyebaran virus Bundibugyo, salah satu jenis virus Ebola.

Kebijakan baru itu mencakup peningkatan pemeriksaan kesehatan masyarakat serta pemantauan terhadap pelaku perjalanan nan berasal dari wilayah terdampak wabah.

Selain itu, pemerintah Amerika Serikat juga membatasi akses masuk bagi pemegang paspor non-AS nan dalam 21 hari terakhir pernah berada di Uganda, Republik Demokratik Kongo, alias Sudan Selatan.

CDC menjelaskan pihaknya turut bekerja sama dengan maskapai penerbangan, mitra internasional, serta petugas di pelabuhan masuk untuk mengidentifikasi dan menangani pelaku perjalanan nan berpotensi terpapar virus.

Lembaga tersebut juga bakal memperkuat langkah respons kesehatan nasional, mulai dari pencarian kontak, peningkatan kapabilitas pengetesan laboratorium, kesiapsiagaan rumah sakit, hingga penguatan pengawasan di pintu masuk negara.

Selain memperkuat sistem di dalam negeri, CDC tetap mengerahkan personel ke wilayah terdampak untuk mendukung upaya pengendalian pandemi secara langsung.

Meski demikian, CDC menilai akibat langsung terhadap masyarakat umum Amerika Serikat saat ini tetap tergolong rendah.

Badan tersebut menegaskan bakal terus mengevaluasi perkembangan situasi dan dapat menyesuaikan kebijakan kesehatan publik andaikan diperlukan.

Menurut CDC, hingga sekarang belum tersedia vaksin unik untuk virus Bundibugyo. Penanganan pasien tetap berfokus pada perawatan suportif guna meningkatkan kesempatan pemulihan.

Data terbaru menunjukkan terdapat 11 kasus terkonfirmasi dan 336 kasus suspek, termasuk 88 kematian, di Republik Demokratik Kongo. Sementara di Uganda tercatat dua kasus terkonfirmasi dengan satu korban meninggal dunia.

Pasien nan terinfeksi dilaporkan mengalami indikasi unik Ebola seperti demam, sakit kepala, muntah, tubuh sangat lemah, nyeri perut, mimisan, hingga muntah darah.

Sebelumnya, pada Minggu (17/5), CDC Afrika memperingatkan bahwa wabah Ebola tersebut berisiko terus menyebar ke area regional nan lebih luas. (Anadolu/H-4)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia