Ilustrasi.(Magnific)
PERADANGAN kronis sering kali disebut sebagai pembunuh senyap karena sifatnya nan samar tetapi merusak kesehatan secara perlahan. Jika dibiarkan tanpa penanganan, kondisi ini dapat memicu beragam penyakit serius nan melemahkan tubuh.
Para mahir medis menekankan pentingnya mengenali tanda-tanda awal peradangan agar langkah pencegahan dapat segera diambil sebelum berkembang menjadi kondisi kesehatan nan lebih parah.
Memahami Perbedaan Peradangan Akut dan Kronis
Menurut Brynna Connor, M.D., seorang master kedokteran family di Austin, terdapat perbedaan mendasar antara peradangan akut dan kronis. Peradangan akut adalah respons imun jangka pendek nan cepat, biasanya berjalan beberapa jam hingga beberapa hari.
"Peradangan akut disebabkan oleh cedera seperti luka alias terkilir, jangkitan kuman seperti radang tenggorokan, alias penyakit virus seperti flu," jelas Dr. Connor. Sebaliknya, peradangan kronis dapat berjalan berbulan-bulan hingga bertahun-tahun.
Kondisi kronis ini merupakan respons imun persisten yaitu sistem kekebalan tubuh tetap aktif secara terus-menerus, nan pada akhirnya justru merusak jaringan sehat, organ, dan sel-sel tubuh.
Kelelahan: Tanda Nomor Satu nan Harus Diwaspadai
Oluwatosin Ajao, M.D., master ahli penyakit dalam dan style hidup nan berbasis di Houston, mengungkapkan bahwa tanda utama peradangan kronis nan paling sering muncul adalah kelelahan (fatigue).
"Kelelahan sangat umum terjadi pada banyak penyakit jangka panjang nan mengenai dengan peradangan, seperti rheumatoid arthritis, kanker, diabetes, dan penyakit jantung," ujar Dr. Ajao.
Meskipun banyak aspek nan bisa menyebabkan rasa lelah, Dr. Ajao memberikan catatan penting. Jika kelelahan Anda disertai dengan indikasi lain seperti:
- Kabut otak (brain fog)
- Suasana hati nan jelek (blue moods)
- Kehilangan nafsu makan
- Nyeri tubuh
Maka besar kemungkinan peradangan adalah penyebab utamanya.
Penting: Jika Anda mengalami kelelahan ekstrem nan baru dan tidak biasa, segera konsultasikan dengan master untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Langkah Medis: Tes hsCRP
Untuk memastikan ada peradangan dalam tubuh, Dr. Ajao merekomendasikan pemeriksaan darah untuk mengecek kadar protein C-reaktif. Tes ini dikenal sebagai high-sensitivity C-reactive protein (hsCRP).
"Tes hsCRP adalah biomarker peradangan dalam tubuh. Berbeda dengan indikasi subjektif, hsCRP memberikan ukuran peradangan nan setara dan terukur," jelasnya. Dengan memantau kadar hsCRP dari waktu ke waktu, master dapat melacak perubahan dan efektivitas penanganan.
Setelah tingkat peradangan teridentifikasi, langkah-langkah perubahan style hidup seperti mengonsumsi makanan anti-inflamasi dapat dilakukan untuk mengurangi akibat buruknya terhadap kesehatan jangka panjang Anda. (Prevention/I-2)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·