Ilustrasi(magnific)
PAPARAN sinar mentari nan berlebihan tidak hanya berakibat jelek bagi kulit tubuh, tetapi juga menyimpan akibat serius bagi kesehatan mata. Dokter ahli mata, dr. Tri Wahyu, Sp.M, mengungkapkan bahwa penggunaan kacamata hitam antisinar UV dan tabir surya (sunscreen) menjadi langkah krusial untuk melindungi kelopak mata dari akibat tumor ganas.
Dalam sebuah obrolan kesehatan berbareng RS Pondok Indah di Jakarta, Rabu (4/6), Tri menekankan bahwa perlindungan terhadap sinar ultraviolet (UV) bukan sekadar masalah estetika, melainkan kebutuhan medis bagi laki-laki maupun wanita.
"Kalau kita beraktivitas di ruang terbuka nan terkena sinar mentari lama, sunscreen protection itu perlu. Tidak hanya untuk perempuan, laki-laki juga perlu. Kacamata hitam bisa melindungi area mata maupun kelopak mata itu sendiri dari sinar UV," ujar lulusan Universitas Padjadjaran tersebut.
Risiko Karsinoma Sebasea
Paparan sinar mentari kronis selama bertahun-tahun merupakan aspek akibat utama munculnya tumor pada kelopak mata nan dikenal sebagai karsinoma sebasea. Ini adalah jenis tumor galak nan menyerang kelenjar minyak (sebasea) pada kulit dan secara statistik lebih banyak dialami oleh laki-laki.
Selain karsinoma sebasea, Tri menyebut jenis kanker kulit lain nan juga bisa menyerang area mata, ialah karsinoma sel skuamosa dan karsinoma sel basal. Secara umum, tumor kelopak mata mencakup sekitar 5 persen hingga 10 persen dari total kasus keganasan tumor kulit di seluruh tubuh.
Waspada Gejala Mirip Bintitan
Salah satu tantangan dalam mendeteksi tumor kelopak mata adalah bentuknya nan sering kali menyerupai benjolan biasa alias bintitan (hordeolum). Tri menjelaskan bahwa pada fase awal, tumor bisa tampak sebagai satu jendolan merah dan bengkak.
"Awalnya mirip bintitan, ada matanya, merah, bengkak. Namun, jika sudah diberikan tindakan dan obat-obatan tetapi tidak responsif alias memberikan hasil nan buruk, maka kita kudu berprasangka ke arah keganasan," jelasnya.
Jika terdiagnosis sebagai karsinoma sebasea, penanganan medis nan dilakukan biasanya berupa operasi pengangkatan tumor nan dilanjutkan dengan rekonstruksi kelopak mata.
Perbedaan Benjolan pada Kelopak Mata
Untuk mengedukasi masyarakat, Tri merinci perbedaan antara benjolan akibat infeksi/penyumbatan dengan tumor ganas. Berikut adalah ringkasan perbandingannya:
| Hordeolum (Bintitan) | Infeksi kuman pada kelenjar di tepi kelopak mata alias folikel rambut. | Sering terjadi pada orang nan terpapar debu. Diobati dengan antibiotik (tetes/salep/minum) dan kompres hangat. |
| Kalazion | Penyumbatan pada kelenjar Meibom. | Benjolan di tepi kelopak mata atas. Penanganan serupa dengan hordeolum ditambah pijat kelopak mata. |
| Tumor Ganas (Karsinoma) | Paparan sinar UV kronis, aspek genetik, dan usia. | Tidak sembuh dengan obat bintitan biasa. Memerlukan tindakan operasi pengangkatan dan rekonstruksi. |
Sebagai catatan tambahan, Tri menyebut bahwa orang berkulit putih mempunyai kerentanan nan lebih tinggi terhadap kanker kulit dibandingkan dengan orang Asia alias Austronesia nan mempunyai kulit berpigmen. Meski demikian, kewaspadaan dan perlindungan bentuk tetap menjadi kunci utama bagi siapa saja nan sering beraktivitas di luar ruangan. (Z-1)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·