Waspada Nyeri Pinggang Menjalar ke Kaki, Risiko Saraf Terjepit

Sedang Trending 1 bulan yang lalu
Waspada Nyeri Pinggang Menjalar ke Kaki, Risiko Saraf Terjepit Ilustrasi sakit pinggang.(Dok. Magnific)

NYERI pinggang sering kali dianggap sebagai kelelahan biasa akibat aktivitas fisik. Namun, masyarakat diminta untuk meningkatkan kewaspadaan jika rasa nyeri tersebut mulai menjalar hingga ke area kaki alias kedua tungkai.

Dokter ahli orthopaedi dan traumatologi dari Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI), dr. Latsarizul Alfariq Senja Belantara, Sp.OT, menjelaskan bahwa indikasi nyeri nan menyebar dari pinggang menuju kaki dapat menjadi indikasi adanya masalah serius pada persarafan di tulang belakang.

“Apabila nyeri itu menjalar ke kedua tungkai, kemungkinan besar sarafnya juga terjepit, tidak hanya di pinggangnya saja nan bermasalah,” ujar dr. Alfariq dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (18/6/2026).

Risiko Kerusakan Fungsi Saraf dan Kelumpuhan

Kondisi saraf terjepit tidak boleh disepelekan. Menurut dr. Alfariq, gangguan ini dapat mengganggu kegunaan saraf secara signifikan. Jika tidak segera ditangani, akibat terburuknya adalah penurunan keahlian mobilitas hingga kelumpuhan total.

Selain penjalaran nyeri, terdapat beberapa indikasi lain nan patut diwaspadai sebagai sinyal ancaman (red flags):

  • Nyeri nan terasa sangat berat dan intens.
  • Rasa sakit nan tidak kunjung membaik meskipun sudah beristirahat.
  • Adanya kelemahan pada personil mobilitas bawah.

“Apabila saraf itu terjepit, nan dikhawatirkan adalah kerusakan dari kegunaan saraf itu sendiri. Tidak hanya bermulai dari nyeri di kedua tungkainya, tapi mungkin terburuknya bisa terjadi kelumpuhan,” imbuhnya.

Perbedaan Low Back Pain dan Cedera Tulang Belakang

Dalam bumi medis, rasa nyeri pada area pinggang alias punggung bagian bawah dikenal dengan istilah low back pain. Hal ini berbeda dengan cedera tulang belakang nan merupakan istilah umum untuk kerusakan di area tulang belakang, baik punggung maupun pinggang, akibat aspek eksternal.

Untuk penanganan awal low back pain, dr. Alfariq menyarankan pasien untuk melakukan imobilisasi alias mencegah aktivitas nan memicu nyeri. Pasien dianjurkan mempertahankan posisi tubuh nan paling nyaman dan dapat dibantu dengan obat pereda nyeri.

Jika nyeri muncul akibat benturan, kecelakaan, alias aktivitas olahraga, pasien kudu segera mendapatkan pemeriksaan medis. Hal ini untuk memastikan tidak adanya patah tulang belakang nan dapat memengaruhi kegunaan saraf secara permanen.

Jika nyeri pinggang terus bersambung dan tidak menunjukkan tanda-tanda pemulihan, sangat disarankan untuk segera berkonsultasi dengan master ahli ortopedi guna mendapatkan pemeriksaan nan jeli melalui pemeriksaan bentuk maupun penunjang. (Ant/H-3)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia