Niko Prayoga
, Jurnalis-Minggu, 20 September 2026 |12:05 WIB

Ilustrasi waspada Influenza A. (Foto: dok Magnific)
JAKARTA — Kasus Influenza A saat ini tengah menjadi kekhawatiran khususnya bagi para orang tua nan mempunyai anak balita alias tetap kecil. Namun, kasus di Indonesia sendiri saat ini belum mengalami lonjakan nan cukup signifikan. Meski demikian, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) tetap mengimbau masyarakat agar tetap waspada.
Bukan tanpa alasan, IDAI mengingatkan pentingnya kewaspadaan ekstra terhadap jangkitan Influenza A lantaran mempunyai daya tular tinggi serta keahlian bermutasi nan sangat cepat.
Anggota Unit Kerja Koordinasi (UKK) Infeksi Penyakit Tropik IDAI, Prof. DR. Dr. Anggraini Alam, Sp.A, Subsp. IPT(K), menjelaskan bahwa struktur permukaan virus influenza dikelilingi tonjolan, ialah hemaglutinin dan neuraminidase. Kedua komponen inilah nan memfasilitasi virus untuk menempel pada sel tubuh sekaligus melakukan proses mutasi.
Dari beberapa jenis virus nan beredar, jenis A dan B merupakan nan paling sering menginfeksi manusia. Meski demikian, jenis A dengan subtipe H1N1 dan H3N2 menjadi jenis nan paling mendominasi sirkulasi dan patut diwaspadai keberadaannya. Bahkan jenis A mempunyai tingkat mutasi nan sangat cepat, tidak hanya kepada manusia namun juga hewan.
"Ini nan paling sering terjadi adalah justru flu A, datanya paling tinggi. Ternyata flu A ini nan kita kudu hati-hati lantaran dia ini hobinya sigap sekali mutasi, tidak hanya manusia, hewan pun juga, dan terutama menjadi perhatian kita adalah babi," kata Prof. Anggraini dalam konvensi pers daring nan digelar IDAI, Jumat (18/9/2026).
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·