Waspada! Inflasi Negara Tetangga RI Tembus 5,6%, Dipicu BBM-Listrik

Sedang Trending 1 bulan yang lalu
Para pekerja menyortir peti-peti telur segar di pasar umum di Manila, Filipina, 4 Mei 2026. (REUTERS/Eloisa Lopez)

Para pekerja menyortir peti telur segar di pasar umum di Manila, Filipina, Senin (4/5/2026). Kenaikan biaya bahan bakar dan listrik diperkirakan mendorong inflasi melampaui 5,0 persen pada April. Dilansir Manila Times, konsensus analis pada Senin memperkirakan angkanya mencapai 5,6 persen, naik dari 4,1 persen pada Maret dan tetap berada dalam kisaran proyeksi bank sentral Filipina (BSP) sebesar 5,6 hingga 6,4 persen. (REUTERS/Eloisa Lopez)

Para pekerja menyortir peti-peti telur segar di pasar umum di Manila, Filipina, 4 Mei 2026.

Jika terealisasi, inflasi bakal berada di atas sasaran 2,0–4,0 persen untuk dua bulan berturut-turut dan menjadi nan tertinggi sejak September 2023. Data resmi inflasi April dijadwalkan dirilis oleh Otoritas Statistik Filipina pada Selasa, 5 Mei. (REUTERS/Eloisa Lopez)

Para pekerja menyortir peti-peti telur segar di pasar umum di Manila, Filipina, 4 Mei 2026.

Ekonom Moody’s Analytics, Sarah Tan, menyebut kenaikan nilai komoditas dunia mendorong inflasi, terutama pada sektor transportasi dan makanan. Selain itu, kenaikan tarif listrik serta pelemahan peso turut meningkatkan tekanan inflasi impor. (REUTERS/Eloisa Lopez)

Para pengemudi becak bermain catur untuk mengisi waktu senggang di Manila, Filipina, 4 Mei 2026.

Sejumlah lembaga memperkirakan inflasi berada di kisaran 5,5 hingga 6,0 persen. Security Bank dan ANZ Research menyoroti kenaikan nilai beras, bahan bakar, serta biaya pupuk dan pangan, sementara Metrobank menilai akibat krisis minyak dunia terus menekan nilai domestik. (REUTERS/Eloisa Lopez)

Minyak goreng nan dikemas dalam sachet plastik dipajang untuk dijual di pasar umum di Manila, Filipina, 4 Mei 2026.

Di sisi lain, HSBC dan Chinabank memperingatkan inflasi bisa mencapai hingga 6,2 persen dan memperkuat tinggi hingga akhir tahun. Risiko berasal dari lonjakan nilai energi, bentrok Timur Tengah nan memicu kenaikan minyak global, serta potensi El Niño dan keterbatasan pasokan pupuk nan dapat menekan produksi pangan. (REUTERS/Eloisa Lopez)

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News