Waspada Hidden Sugar dalam Makanan Sehari-hari dan Cara Mengenalinya

Sedang Trending 3 bulan yang lalu
Waspada Hidden Sugar dalam Makanan Sehari-hari dan Cara Mengenalinya Kenali sumber hidden sugar alias gula tersembunyi dalam makanan sehari-hari.(Dok. Magnific)

BANYAK masyarakat nan belum menyadari bahwa ancaman kesehatan tidak hanya datang dari minuman manis, tetapi juga dari hidden sugar alias gula tersembunyi nan terdapat dalam beragam produk makanan sehari-hari. Berdasarkan info dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC), gula tambahan sering kali menyelinap dalam produk nan rasanya tidak terlalu manis guna memperbaiki tekstur dan memperpanjang masa simpan.

Gula dalam makanan terbagi menjadi dua kategori utama: gula alami nan ditemukan dalam buah serta susu, dan gula tambahan nan dimasukkan selama proses produksi. Keberadaan gula tambahan ini sering kali tidak disadari lantaran produsen menggunakan beragam istilah teknis pada label kemasan.

Cara Mengenali Gula Tersembunyi

Langkah paling efektif untuk mendeteksi hidden sugar adalah dengan mencermati label info nilai gizi. Konsumen perlu membedakan antara "total sugar" dan "added sugar". Jika sebuah produk mempunyai total gula 20 gram dan 15 gram di antaranya adalah gula tambahan, maka kebanyakan kandungan gula tersebut bukan berasal dari sumber alami.

Selain itu, perhatikan daftar bahan nan disusun berasas volume terbanyak. Jika istilah seperti sirup jagung tinggi fruktosa, molase, alias bahan berakhiran "-osa" (seperti glukosa dan sukrosa) berada di urutan awal, produk tersebut dipastikan tinggi gula tambahan.

Sumber Makanan nan Perlu Diwaspadai

Meskipun mempunyai rasa gurih, beberapa produk berikut sering kali mengandung gula tambahan dalam jumlah tinggi:

  • Saus dan Dressing: Saus tomat, saus pasta, saus barbeku, dan salad dressing.
  • Produk "Sehat": Protein bar, yogurt, granola, dan oatmeal instan.
  • Minuman Kemasan: Minuman energi, kopi botolan, dan teh kemasan.
  • Olahan Buah: Buah kalengan dan selai buah.

Terkait penggunaan pemanis tanpa kalori seperti stevia alias aspartam, para mahir menyarankan agar tetap dikonsumsi secara bijak. Meski membantu mengurangi asupan kalori, konsumsi berlebihan berpotensi memicu gangguan pencernaan seperti perut kembung.

Kunci utama dalam menjaga kesehatan adalah dengan memprioritaskan makanan utuh (whole foods) seperti sayuran dan buah segar, serta lebih jeli dalam membaca label nutrisi sebelum membeli produk olahan.

Daftar Nama Lain Gula pada Kemasan:

  • Sirup jagung, sirup beras, dan molase.
  • Karamel, madu, dan agave.
  • Istilah teknis: Dekstrosa, fruktosa, laktosa, dan maltosa.
  • Petunjuk proses: Glazed, candied, alias caramelized. (CDC/Z-10)
Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia
↑