Waspada Hantavirus dari Kotoran Tikus: Gejala, Risiko, & Cara Pencegahan

Sedang Trending 9 jam yang lalu
 Gejala, Risiko, & Cara Pencegahan Gejala Hantavirus alias HPS dan langkah kondusif membersihkan rumah dari tikus.(Dok. Magnific)

Para mahir kesehatan mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman Hantavirus nan ditularkan melalui hewan pengerat, terutama tikus, lantaran berpotensi menyebabkan komplikasi kesehatan serius hingga kematian. Infeksi ini sering kali terjadi akibat paparan langsung terhadap urine, kotoran, alias air liur tikus nan terinfeksi, terutama saat partikel virus terhirup berbareng debu di udara.

Berdasarkan info nan dihimpun pada 1 Juni 2026, penularan Hantavirus paling rentan terjadi ketika seseorang membersihkan area nan menjadi sarang tikus tanpa perangkat pelindung diri. Partikel virus nan mengering pada kotoran tikus dapat terbang ke udara (aerosolisasi) dan masuk ke sistem pernapasan manusia.

Gejala dan Risiko Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS)

Gejala awal jangkitan ini sering kali mengecoh lantaran menyerupai penyakit umum seperti demam, nyeri otot, sakit kepala, menggigil, dan kelelahan. Namun, jika tidak segera ditangani, kondisi ini dapat berkembang menjadi Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS).

HPS merupakan kondisi kritis di mana terjadi penumpukan cairan di paru-paru nan menyebabkan sesak napas berat. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) mencatat bahwa tingkat kematian akibat HPS cukup mengkhawatirkan, ialah mencapai sekitar 38 persen.

Langkah Pencegahan dan Cara Aman Membersihkan Rumah

Mengingat risikonya nan fatal, para mahir menekankan pentingnya pengendalian populasi tikus di lingkungan tempat tinggal. Berikut adalah langkah-langkah pencegahan nan disarankan:

  • Menyimpan makanan dalam wadah tertutup rapat agar tidak mengundang tikus.
  • Membuang sampah secara teratur dan menutup celah pada tembok alias lantai rumah.
  • Meningkatkan kewaspadaan saat berada di gudang, lumbung, alias area pertanian.

Jangan langsung menyapu alias menggunakan penyedot debu (vacuum cleaner) saat menemukan kotoran tikus. Hal ini dapat membikin virus beterbangan di udara. Semprotkan disinfektan terlebih dulu pada area tersebut, lampau bersihkan menggunakan sarung tangan dan masker.

Kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan menjadi kunci utama untuk menekan akibat penularan. Dengan langkah sederhana seperti disinfeksi area terdampak dan menutup akses masuk hewan pengerat, jangkitan Hantavirus nan berpotensi fatal dapat dicegah sedini mungkin.

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia