Waspada Gempa Susulan di NTT hingga 3 Pekan, Warga Diminta Tak Panik

Sedang Trending 55 menit yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen Suharyanto menyebut gempa susulan tetap berpotensi terjadi di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) hingga 2-3 minggu ke depan. Ia mengimbau masyarakat tidak panik.

Suharyanto menjelaskan berasas hasil pemantauan BMKG, gempa susulan nan terjadi condong mempunyai kekuatan lebih mini dibandingkan gempa utama

"Jangan panik, tetapi tetap waspada. Selama 2-3 minggu ke depan menurut BMKG gempa susulan itu mungkin tetap terjadi. Tetapi gempa-gempa itu tidak sebesar gempa utama. Bahkan jika ada rumor bakal terjadi tsunami menurut BMKG itu tidak mungkin. Ini menurut riset pengetahuan pengetahuan," kata Suharyanto saat menemui penyintas di Desa Peozaka Ramba, Kecamatan Ende, Kabupaten Ende, Rabu (19/8) seperti dikutip dari keterangan tertulis.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Surharyanto menyampaikan kewaspadaan tetap menjadi perihal utama. Terutama, bagi masyarakat nan rumahnya mengalami kerusakan.

Suharyanto mengimbau penduduk tidak memasuki gedung nan telah mengalami kerusakan sebelum dinyatakan kondusif oleh pihak berwenang. Pilihan untuk sementara tinggal di tenda di sekitar rumah dapat dilakukan andaikan kondisi rumah belum dipastikan aman.

"Kalau rumahnya rusak cukup parah, jangan masuk dulu. Keselamatan masyarakat adalah nan utama. Tetapi bagi rumah nan kondusif dan sudah diperiksa, masyarakat tidak perlu takut secara berlebihan. Tetap ikuti info resmi, jangan percaya pada berita nan tidak jelas sumbernya," ucap dia.

Suharyanto juga mengingatkan masyarakat agar tidak menjadikan setiap getaran mini sebagai argumen untuk panik. Sebaliknya, setiap getaran kudu disikapi dengan pengetahuan dan kesiapsiagaan nan benar, seperti melindungi diri, menjauh dari gedung nan berisiko, serta mengikuti prosedur keselamatan nan telah disosialisasikan.

Ia pun menekankan bahwa masyarakat tidak perlu menghadapi situasi ini dengan ketakutan seorang diri. Pemerintah berbareng pemerintah daerah, BMKG, BPBD, dan unsur mengenai bakal terus memantau perkembangan kondisi kegempaan dan memberikan info kepada masyarakat.

"Yang kita perlukan sekarang adalah tenang dan waspada. Jangan panik, tetapi juga jangan lengah. Dengarkan info dari sumber resmi. Pemerintah bakal terus berada di tengah masyarakat dan memastikan kebutuhan serta keselamatan masyarakat menjadi prioritas," ujarnya.

Gempa berkekuatan 7,7 magnitudo mengguncang NTT pada Sabtu (15/8). Gempa berpusat di Kabupaten Nagakeo.

Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (Pemprov NTT) telah menetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Gempa Bumi di Provinsi NTT selama 14 hari, terhitung mulai 15 hingga 28 Agustus 2026.

Hingga Rabu (19/8), BNPB mencatat jumlah korban meninggal bumi akibat gempa bumi nan menggguncang wilayah NTT bertambah menjadi 71 jiwa.

Selain itu, BNPB juga mendata total pengungsi di seluruh wilayah NTT saat ini sebanyak 59.647 orang dan nan terbanyak ada di Manggarai.

(dis/fra)

placeholder

Selengkapnya
Sumber CNN Indonesia Nasional
CNN Indonesia Nasional