Waspada Gelombang Tinggi 5 Meter di Perairan Selatan Bali dan Selat Lombok

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Waspada Gelombang Tinggi 5 Meter di Perairan Selatan Bali dan Selat Lombok Kondisi pesisir di Pantai Yeh Malet, perbatsan Kabupaten Karangasem dan Kabupaten Klungkung.(MI/Ruta Suryana)

BALAI Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah III Denpasar mengeluarkan peringatan awal mengenai potensi gelombang tinggi nan dapat mencapai 5 meter di sejumlah titik perairan Bali dan Nusa Tenggara Barat. Kondisi ini diprediksi bakal berjalan dalam beberapa hari ke depan.

Kepala BBMKG Wilayah III Denpasar, Cahyo Nugroho, mengungkapkan bahwa Perairan Selatan Bali dan Selat Lombok bagian Selatan menjadi wilayah nan paling rawan. Di area tersebut, tinggi gelombang laut diperkirakan berkisar antara 0,5 hingga 5 meter.

"Di Selat Lombok bagian Selatan dan Perairan Selatan Bali, tinggi gelombang berkisar 0,5 sampai 5 meter," ujar Cahyo Nugroho dalam keterangan resminya di Denpasar, Senin (8/6).

Berdasarkan info prakiraan cuaca, peningkatan signifikan tinggi gelombang ini diprediksi terjadi mulai Kamis (11/6) hingga Minggu (14/6). Sementara itu, untuk periode awal pekan ialah Senin (8/6) hingga Minggu (14/6), tinggi gelombang di Perairan Selatan Bali dan Selat Lombok bagian Selatan secara umum tetap berada pada kisaran 0,5 hingga 3,5 meter.

Wilayah perairan lain juga mengalami perubahan tinggi gelombang, di antaranya:

  • Selat Badung dan Selat Bali bagian Selatan: 0,5 hingga 3,5 meter.
  • Perairan Lombok bagian Utara: 0,5 hingga 2,5 meter.
  • Perairan Utara Bali: 0,5 hingga 1,5 meter.

Selain ancaman gelombang tinggi, BBMKG memprediksi sebagian wilayah Bali bakal diguyur hujan dengan intensitas ringan, terutama pada periode 11-14 Juni 2026. Angin secara umum bertiup dari arah Timur ke Tenggara dengan kecepatan nan cukup kencang, berkisar antara 4 hingga 35 km/jam.

Imbauan Keselamatan Bahari dan Pertanian

Merespons kondisi tersebut, BBMKG mengimbau masyarakat luas, khususnya nelayan dan pelaku wisata bahari, untuk meningkatkan kewaspadaan. Potensi gelombang nan mencapai 2 meter alias lebih di Selat Badung, Selat Bali bagian Selatan, hingga Selat Lombok dapat membahayakan keselamatan pelayaran.

Di sisi lain, Cahyo juga memberikan peringatan bagi sektor pertanian. Mengingat wilayah Bali mulai memasuki masa transisi, masyarakat diimbau untuk mulai menyiapkan penampungan air alias embung guna menghadapi musim tandus nan bakal datang.

Keterangan Foto: Kondisi pesisir di Pantai Yeh Malet, perbatasan Kabupaten Karangasem dan Kabupaten Klungkung, nan menjadi salah satu titik pantauan aktivitas laut. (I-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia