Dokter Spesialis Jiwa di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Makkah, Rismayanti, Sp.KJ.(Dok. MCH 2026/Akmal)
IBADAH Haji 2026 di Tanah Suci tidak hanya menguras daya fisik, tetapi juga ketahanan mental. Di kembali kekhusyukan ibadah, jemaah haji Indonesia, khususnya golongan lanjut usia (lansia) menghadapi tantangan psikis berupa disorientasi akut.
Kelelahan dan perubahan lingkungan nan drastis menjadi pemicu utama nan menuntut pendampingan ekstra ketat dari para petugas kesehatan selama operasional Haji 2026.
Dokter Spesialis Jiwa di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Makkah, Rismayanti, (Sp.KJ) menjelaskan bahwa jemaah lansia merupakan golongan paling rentan. Perubahan lingkungan nan drastis, suhu ekstrem, serta kelelahan bentuk menjadi pemicu utama.
"Karena lansia itu sangat rentan untuk terjadi disorientasi, khususnya mereka nan kelelahan bentuk serta adanya lingkungan baru nan memicu perihal tersebut,” kata Rismayani saat ditemui di KKHI Mekah, Kamis (15/5).
Gejala dan Penanganan Dini
Gejala awal disorientasi biasanya ditandai dengan kebingungan jemaah terhadap lokasi, waktu, hingga orang-orang di sekitarnya. Jemaah mungkin lupa arah tujuan alias tidak menyadari aktivitas nan sedang mereka jalani selama rangkaian Haji 2026.
Jika menemukan indikasi tersebut, Rismayanti menyarankan agar jemaah lain nan terdekat alias family segera melakukan langkah persuasif. "Lakukan reorientasi dan rehidrasi. Ingatkan letak mereka saat ini dengan tenang, dan berikan cairan oralit untuk menjaga keseimbangan tubuh," ujarnya.
Keluarga alias jemaah lain juga diminta segera melapor ke petugas kesehatan di sektor masing-masing agar tim master bisa melakukan proses pemulihan orientasi secara medis dan humanis.
Risma menekankan kerjasama antara pendamping, ketua kloter, dan petugas kesehatan efektif mempercepat pemulihan jemaah. Namun, langkah pencegahan tetap menjadi prioritas utama.
Rismayanti mengingatkan bahwa suhu ekstrem di Tanah Suci sering kali mematikan rasa haus. "Jangan menunggu haus baru minum. Jemaah dianjurkan mengonsumsi cairan setidaknya 200 cc per jam secara rutin. Dehidrasi adalah pintu masuk utama menuju disorientasi," tegasnya.
Selain asupan cairan, jemaah lansia juga diimbau untuk membatasi aktivitas bentuk nan berlebihan. Ibadah sunnah nan berkali-kali sebaiknya dikurangi demi menjaga kebugaran untuk puncak Haji 2026 nantinya. "Jadi bisa lakukan screening kira-kira aktivitas apa nan krusial nan mereka lakukan di waktu nan tepat,” jelasnya. (Z-10)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·