Liputan6.com, Tangerang Selatan - Warga Perumahan Serpong Lagoon, di Kecamatan Setu, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), menceritakan awal mula kasus diare dan muntaber massal di permukimannya.
Bahkan, kejadian itu terjadi sejak 17 September 2026. Anis Silvia, seorang penduduk Serpong Lagoon menceritakan, anaknya nan tetap berumur 6 tahun sempat dirawat di rumah sakit lantaran indikasi demam dan muntah-muntah.
"Anak saya kena, dia nan pertama. Terus tanya-tanya di grup warga, rupanya anak-anak nan lain juga sama," ujar Anis, Rabu (14/10/2026).
Gejala nan dirasakan pun sama, seperti demam, muntah dan diare. Lalu, pada 8 Oktober, ada penduduk lainnya nan secara inisiatif untuk mendata jumlah anak nan mengalami sakit serupa dalam link spreadsheet.
Hingga akhirnya, info per 13 Oktober 2026 ada 146 anak dan dewasa nan menderita diare. Bahkan ada nan diopname dan juga sebagian lainnya menjalani perawatan di rumah.
"9 Oktober itu ada visit dari Puskesmas, terutama untuk memantau kondisi anak-anak nan tetap sakit. Saat itu juga, petugas Puskesmas dan DLH melakukan pengambilan sample air di WTP dan beberapa rumah warga," kata Anis.
Hasil dari petugas Puskesmas ditemukan kuman ecoli sebesar 5-7 CFU, nomor tersebut tinggi, harusnya nol. Namun, sample air dari WTP belum keluar.
Warga pun secara inisiatif melakukan uji berdikari air nan mereka konsumsi alias gunakan ke laboratorium. Pemeriksaan mencakup analisa fisika dan kimia air, belum ada mikrobiologi air.
Memang secara kasat mata, air di perumahan penduduk pun berwarna keruh dan berbau. Bahkan menimbulkan warna karat di penampung airnya.
"Hasil, air nan disalurkan ke rumah penduduk tidak memenuhi syarat baku mutu Permenkes No. 2 Tahun 2023," katanya.
Untuk itu, penduduk pun sempat bersurat ke pengelola air untuk meminta pertanggungjawaban. Warga pun mendapat balasan, berupa surat permohonan maaf, tapi tidak ada mitigasi dan action plan terukur nan dilakukan dan dilaporkan ke warga.
Hingga akhirnya hari ini, Rabu (14/10/2026), perwakilan penduduk memenuhi panggilan DPRD Kota Tangsel untuk mendengar penjelasan mengenai keracunan massal berbareng Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Kesehatan.
3 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·