Jakarta -
Pemprov DKI meminta masyarakat tak panik menyikapi keberadaan asap karhutla nan terdeteksi di wilayah Jakarta. Warga Jakarta pun mempunyai caranya masing-masing untuk mengantisipasi asap tersebut.
Salah satunya adalah Rahmat (61) menyebut kemana-kemana sekarang kudu mengenakan masker. Selain itu, Rahmat menyebut kudu banyak minum air putih untuk menjaga kondisi fisknya.
"Ya, itu memang betul sih. Itu kan kudu pakai masker, terus banyak-banyak minum air putih lah," kata Rahmat di CFD jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan, Minggu (18/10/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rahmat nan sedang berolahraga ini berambisi pemerintah bisa sigap bertindak mengatasi persoalan ini. Terlebih lagi kualitas udara Jakarta juga kerap kali jelek apalagi sebelum adanya asap karhutla.
"Memang jika Jakarta kan udah polusinya udah dahsyat ya. Ditambah lagi asap-asap begitu nan katanya udah sampai Jakarta. Ya, pemerintah sih harusnya sigap tanggap ya," katanya.
Ragam komentar penduduk DKI usai asap karhutla sempat terdeteksi di Jakarta Foto: Adrial/detikcom
Warga lainnya, Dwi (40), juga mengatakan saat keluar rumah sekarang kudu menggunakan masker. Dirinya juga banyak minum vitamin untuk menjaga kondisi tubuh.
"Ya banyak minum air putih. Terus jika keluar suka pakai masker aja gitu untuk menghindari debu, gitu aja. Minum vitamin lah," kata Dwi di jalan Rasuna Said, Minggu (18/10).
Dwi berambisi hujan sigap turun agar karhutla bisa selesai dan tidak menimbulkan akibat asap. Diharapkan juga karhutla bisa segera berakhir.
"Ya semoga sigap turun hujan aja biar nan di sana tuh sigap padam lah apinya, jadi asapnya enggak ke mana-mana gitu," ungkapnya.
Dwi nan rutin berolahraga di CFD Rasuna Said menyebut hari ini udaranya berasa lebih panas. Napas pun dirasa lebih tidak lezat dibanding hari biasanya.
"Panas. Iya (lebih susah napas)," ungkapnya.
Sebelumnya Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menyebut angin sudah tidak bertiup ke arah Jawa di tengah potensi akibat asap kebakaran rimba dan lahan (karhutla) di Kalimantan. Meski demikian, Pemprov DKI Jakarta tetap menyiapkan sejumlah langkah antisipasi, termasuk penggunaan water mist dan modifikasi cuaca.
"Memang kita berkepul tapi memang belum pada masuk atmosfer ke bawah. Semalam juga saya mendengar dari BMKG bahwa angin sudah tidak bertiup ke Jawa. Ini mengindikasikan bakal terjadi penurunan," kata Rano di area Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, Minggu (18/10).
Rano mengatakan, berasas info nan diterimanya, asap karhutla belum masuk ke lapisan bawah atmosfer Jakarta. Namun, Pemprov DKI tetap mengantisipasi kemungkinan akibat asap terhadap kualitas udara dan kesehatan masyarakat.
Salah satu langkah nan disiapkan adalah kembali melakukan penyemprotan water mist untuk membantu meredam polusi udara. Selain itu, Pemprov DKI tetap melakukan modifikasi cuaca.
"Kita bakal melakukan water mist lagi, itu salah satu, bukan satu-satunya cara, minimal bisa meredam kabut polusi segala macam. Dan kita tetap melakukan modifikasi cuaca," ujarnya.
Di sisi lain, Rano menyebut Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung telah meminta rumah sakit dan puskesmas bersiap mengantisipasi potensi gangguan kesehatan akibat asap, termasuk jangkitan saluran pernapasan akut (ISPA).
"Pak Gubernur sudah memerintahkan minimal kita mengantisipasi, semua rumah sakit, Puskesmas kudu siap jika memang terjadi ISPA segala macam," tuturnya.
(ial/dwr)
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·