Warga Diteror Tetangga hingga Pintu Rusak Sempat Dimediasi Sejak 2024

Sedang Trending 1 minggu yang lalu
Jakarta -

Polisi menyelidiki kasus dugaan perusakan rumah penduduk nan diteror tetangga di Pancoran Mas, Kota Depok, Jawa Barat (Jabar). Kasat Reskrim Polres Metro Depok AKBP Made Gede Oka mengatakan kedua belah pihak sempat dimediasi.

"Sudah pernah (dimediasi) oleh Bhabinkamtibmas dan Polsek. Akhirnya korban membikin laporan polisi (LP) di Polres," ujar AKBP Made saat dihubungi wartawan, Minggu (19/7/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dia mengatakan perselisihan keduanya bermulai sejak 2024. Mereka telah dimediasi beberapa kali oleh pengurus lingkungan setempat.

"Untuk perselisihan tersebut dimulai dari tahun 2024 ya informasinya. Dan sudah beberapa kali dilakukan mediasi disaksikan pihak RT dan RW," ungkapnya.

Saat ini korban telah membikin LP mengenai perusakan properti rumah nan dilakukan oleh diduga pelaku alias tetangganya tersebut.

"Untuk laporan kali ini yg kami proses mengenai pengerusakan properti rumah korban oleh terlapor," tuturnya.

Terpisah, Kasi Humas Polres Metro Depok AKP Hendra mengatakan duduk perkaranya adalah korban diduga mengucapkan kata kasar. Serta, menyetel musik lantaran rumah nan berdekatan.

"Informasinya kata-kata kasar dan setel musik lantaran saling berdekatan rumahnya," ujar AKP Hendra saat dihubungi.

Tetangga Dipanggil Besok

Saat ini polisi telah melakukan pengecekan tempat kejadian perkara (TKP). Lima orang saksi telah diperiksa mengenai kasus tersebut.

"Langkah nan sudah dilakukan Sat Reskrim Polres Metro Depok ialah melakukan pengecekan TKP. Sudah memeriksa 5 orang saksi," ujarnya.

Polisi telah mengirimkan surat panggilan terhadap terduga pelaku. Tetangga korban itu bakal dipanggil besok.

"Sudah mengirimkan surat panggilan untuk terlapor, agenda hari Senin tanggal 20 Juli 2026," ungkapnya.

Cerita Korban

Anak Suraji, Novita (29), menceritakan tetangganya kerap berulah di depan rumahnya. Novita mengatakan pagar rumahnya rusak ditendang tetangganya pada Rabu (15/7).

"Itu (perusakan pagar) barusan nan tanggal 15 nan kemarin. Itu baru. (Pakai) kaki, ditendang," kata Novita ditemui di rumahnya, Jumat (17/7).

Novita mengaku keluarganya juga pernah diteror tetangganya nan membawa golok saat Lebaran lalu. Novita menjelaskan keluarganya juga nyaris setiap hari diganggu secara verbal.

"Sampai pas Lebaran aja pernah kita dibawain golok. Keluarga lagi pada kumpul di rumah, dibawain golok. Banyak saksi hidup, family saya tetap pada hidup. Sayangnya belum ada CCTV," katanya.

"Kalau untuk verbal itu nyaris setiap hari jika verbal ya," tambahnya.

(dvp/fca)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News