Andrea Pirlo(Instagram @utdfc_official)
KRISIS internal melanda Federasi Sepak Bola Italia (FIGC). Dua sosok ikonik, Paolo Maldini dan Leonardo, secara mengejutkan memutuskan untuk mengundurkan diri dari kedudukan mereka sebagai kepala teknis dan penasihat federasi. Keputusan ini diambil hanya 10 hari setelah keduanya berasosiasi dalam proyek ambisius untuk membangkitkan prestasi Gli Azzurri.
Langkah mundur Maldini dan Leonardo dipicu oleh penolakan Presiden FIGC, Giovanni Malago, terhadap pencalonan Andrea Pirlo sebagai pembimbing timnas Italia.
Berdasarkan laporan wartawan transfer Fabrizio Romano pada Selasa (28/7/2026), Maldini dan Leonardo hanya menginginkan Pirlo untuk mengisi bangku kepelatihan nan ditinggalkan Gennaro Gattuso.
Kontroversi Hubungan dengan Rusia
Penolakan Malago terhadap Pirlo bukan didasari oleh aspek teknis sepak bola, melainkan aspek komersial nan sensitif secara politik. Mantan gelandang legendaris AC Milan dan Juventus itu diketahui mempunyai hubungan kerja sama dengan perusahaan taruhan asal Rusia, Fonbet.
Status Pirlo sebagai duta dunia Fonbet memicu gelombang kritik dari pejabat FIGC dan personil parlemen Italia. Kontroversi ini semakin memanas setelah Pirlo terlihat menghadiri aktivitas perusahaan tersebut di Stadion Luzhniki, Moskow, berbareng mantan rekan setimnya, Marco Materazzi.
Meski mendapat support terbuka dari Duta Besar Rusia untuk Italia, Alexey Paramonov, FIGC tetap pada pendiriannya untuk mencoret nama Pirlo dari daftar kandidat.
Klarifikasi Andrea Pirlo
Melalui unggahan di akun IG pribadinya, Senin (27/7), Pirlo mengonfirmasi bahwa dirinya telah diberi tahu bahwa dia tidak lagi menjadi kandidat pembimbing timnas Italia. Ia menegaskan bahwa seluruh aktivitas profesionalnya dilakukan sesuai dengan koridor norma dan perjanjian nan berlaku.
"Seluruh aktivitas ahli saya selalu dilakukan sesuai norma dan perjanjian nan berlaku. Tidak ada muatan politik dalam kerja sama saya dengan Fonbet," tegas Pirlo dalam pernyataannya.
Masa Depan Gli Azzurri nan Kian Buram
Mundurnya Maldini dan Leonardo menjadi pukulan telak bagi FIGC nan sedang berupaya memperbaiki gambaran sepak bola Italia setelah kegagalan lolos ke Piala Dunia dalam tiga jenis berturut-turut.
Sebelumnya, nama Pirlo mencuat sebagai kandidat kuat setelah pembimbing Manchester City, Pep Guardiola, menolak tawaran untuk menangani juara Piala Eropa 2020 tersebut.
Dengan mundurnya dua arsitek proyek perbaikan ini, FIGC sekarang kudu bergerak sigap mencari figur baru untuk memimpin transisi teknis tim nasional di tengah tekanan publik nan semakin meningkat. (Ant/Z-1)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·