Warga Bentrok dengan Imigran Maroko di Ceuta

Sedang Trending 18 jam yang lalu
Warga Bentrok dengan Imigran Maroko di Ceuta Puluhan Ribu Migran Terobos Perbatasan Ceuta Spanyol, 57 Orang Dilaporkan Tewas.(JORGE GUERRERO / AFP)

KRISIS migrasi di Ceuta, wilayah otonom Spanyol nan berbatasan langsung dengan Afrika Utara, kian mengkhawatirkan. Situasi di lapangan memanas hingga memicu gelombang bentrok bentuk antara penduduk setempat dan imigran terlarangan asal Maroko.

Eskalasi ketegangan ini terekam dalam sejumlah video nan beredar luas di media sosial serta laporan media lokal Spanyol. Seorang blogger asal Spanyol, David Santos, mengunggah rekaman video melalui platform X yang memperlihatkan tindakan kejar-kejaran di jalanan antara penduduk dan golongan imigran.

Santos mengungkapkan bahwa penduduk keturunan Maroko nan telah lama menetap di area El Príncipe apalagi ikut turun ke jalan untuk mengusir para migran nan berupaya menerobos masuk ke Ceuta secara ilegal.

Laporan media lokal Ceuta Actualidad menyebut bahwa penduduk setempat mulai mengorganisasi diri melalui grup percakapan WA berjulukan "Viva España", nan dalam waktu singkat telah dihuni lebih dari 800 anggota. Sejumlah personil grup tersebut dilaporkan mengusulkan tindakan sweeping dan memukuli para migran menggunakan kayu penjalin alias tongkat.

Presiden Partai Andalusi, Dris Mohamed, mengonfirmasi maraknya tindakan kekerasan tersebut dalam wawancaranya berbareng stasiun radio Cadena SER. Ia mengungkapkan bahwa sekelompok pemuda lokal kedapatan mengeroyok para migran nan baru saja melintasi perbatasan Ceuta.

Dris mengecam keras tindakan main pengadil sendiri (vigilantism) tersebut. Kendati demikian, dia mengaku memaklumi tingkat kekhawatiran dan keresahan mendalam nan dirasakan masyarakat lokal akibat serbuan migran.

Dampak dari tingginya ketegangan di area permukiman membikin pemilik upaya dan toko-toko di Ceuta terpaksa menutup tempat upaya mereka sementara waktu demi argumen keselamatan.

Guna mencegah meluasnya tindakan penjarahan, pencurian, dan kerusuhan massal, abdi negara Kepolisian Nasional Spanyol berbareng kepolisian wilayah telah disiagakan dan diterjunkan di beragam titik rawan.

60 Ribu Migran Menerobos, 57 Orang Dilaporkan Tewas

Kondisi darurat di wilayah enklave Spanyol ini tergolong belum pernah terjadi sebelumnya. Wali Kota Ceuta, Juan Jesús Vivas, mengonfirmasi bahwa dalam kurun waktu 24 jam terakhir, diperkirakan terdapat sekitar 60 ribu penduduk asal Maroko nan menerobos masuk ke area Ceuta.

Gelombang penyeberangan massal nan nekat tersebut juga menyantap korban jiwa dalam jumlah besar. Berdasarkan laporan harian kenamaan Spanyol, El País, jumlah migran nan tewas tenggelam alias kecelakaan saat berupaya menyeberang ke Ceuta dilaporkan telah mencapai 57 orang.

(Ant/Sputnik/RIA Novosti/P-4)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia