Wapres Gibran Ajak Generasi Muda Kuasai AI

Sedang Trending 3 bulan yang lalu

Sementara itu, kepada para orang tua, Gibran mengingatkan pentingnya pendampingan terhadap anak dalam penggunaan teknologi digital. Ia menilai orang tua perlu terus belajar agar tidak tertinggal dari perkembangan teknologi nan diakses anak-anak mereka.

"Jangan sampai anak-anak kita terbang tinggi dengan teknologi, tapi kita sebagai orang tua tertinggal di bawah dan tidak tahu apa nan mereka akses," wanti Gibran.

Lebih jauh, Gibran menegaskan, aspek etika merupakan perihal nan tidak kalah krusial dibanding penguasaan teknis AI. Ia mengingatkan, teknologi tanpa etika dapat menimbulkan beragam akibat negatif, mulai dari penyebaran hoaks, plagiarisme, hingga pelanggaran privasi.

Karena itu, kata dia, pemanfaatan AI kudu berdasarkan integritas dan tanggung jawab. Teknologi kudu digunakan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mempermudah kehidupan, bukan untuk menipu alias merugikan orang lain.

"Kemajuan teknologi kudu melangkah beriringan dengan kemajuan moralitas kita sebagai bangsa nan beradab," ucap Gibran.

Gibran juga menyampaikan bahwa pemerintah telah menyelesaikan Readiness Assessment Methodology (RAM) untuk AI nan disusun UNESCO. Instrumen tersebut berfaedah sebagai perangkat pemeriksaan untuk menilai kesiapan serta tata kelola AI Indonesia sesuai dengan pedoman etika nan berlaku.

"Dengan demikian, Indonesia mempunyai potensi besar dan sumber daya manusia nan bisa bersaing di bagian teknologi. Pemerintah bekerja menyiapkan ekosistem nan mendukung, sementara masyarakat perlu terus meningkatkan kapabilitas diri agar bisa memanfaatkan kesempatan nan ada," ucap dia.

"Kuasai teknologinya, pegang teguh etikanya. Mari kita jadikan AI sebagai jembatan menuju Indonesia nan lebih maju, lebih cerdas, dan lebih bermartabat," Gibran menandasi.

Selengkapnya
Sumber Liputan6 Berita
Liputan6 Berita
↑